Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 22 Februari 2026

Air PDAM Sering Mati, Warga Tiga Binanga Beralih ke Sumur Bor

Redaksi - Kamis, 27 Februari 2020 16:17 WIB
182 view
Air PDAM Sering Mati, Warga Tiga Binanga Beralih ke Sumur Bor
SIB/Mitcha Sebayang
BOR SUMUR: Para pekerja sedang mengbor sumur milik warga di Jalan Rakutta Brahmana, Kelurahan Tiga Binanga, Kabupaten Karo, Rabu (26/2). 
Tanah Karo (SIB)
Warga Pekan Lama Jalan Kapten Bangsi, Kapten Pala Rumah Rakyat dan Jalan Rakutta Brahmana di Kelurahan Tiga Binanga, Kecamatan Tiga Binanga, Kabupaten Karo yang selama ini menggantungkan kebutuhan air bersih dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Malem terpaksa membuat sumur bor. Hal itu dilakukan masyarakat karena air PDAM sering mati.

"Pekerja sumur bor saat ini kebanjiran order. Sebab, sebagian besar pelanggan PDAM Tirta Malem mulai beralih ke sumur bor. Hal itu dilakukan warga akibat air PAM sering mati di kelurahan ini," kata Bavho Sebayang Darma Hati Sinulingga Rugun bru Sembiring warga Pekan Lama dan Marpel Sebayang, Mondan Tarigan warga Jalan Rakutta Brahma secara terpisah kepada SIB, Rabu (26/2).

Menurutnya, pemasangan sumur bor oleh sebagian pelanggan PDAM Tirta Malem itu bentuk kekecewaan terhadap pelayanan PDAM Tirta Malem yang terkesan lamban dalam menangani keluhan warga.

"Sudah tahunan masyarakat bersabar, jadi wajarlah jika mereka melakukan pemasangan sumur bor. Karena selama ini untuk kebutuhan sehari-hari warga harus beli air," ujarnya.

Sementara Tumino Tarigan seorang pekerja sumur bor di Tiga Binanga mengakui, warga ramai memesan pemasangan sumur bor di Tiga Binanga. Ia menyebutkan untuk pemasangan sumur bor ditarif Rp 9 juta sampai Rp 10 juta dengan pemasangan pipa sedalam 60 meter sampai 75 meter. (K03/q)
SHARE:
komentar
beritaTerbaru