Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 29 April 2026

Ribuan Hektar Areal Persawahan di Toba Kekeringan

Redaksi - Jumat, 06 Maret 2020 18:58 WIB
208 view
Ribuan Hektar Areal Persawahan di Toba Kekeringan
Foto: SIB/Dok
KEMARAU: Areal persawahan di Kecamatan Parmaksian retak-retak akibat kemarau berkepanjangan, Kamis (5/3). 
Tobasa (SIB)
Sekitar ribuan hektar areal persawahan di wilayah Kecamatan Parmaksian, Porsea, Siantar Narumonda, Bonatua Lunasi dan Lumban Julu, Kabupaten Toba mengalami kekeringan. Lahan pertanian terancam gagal panen, akibat tidak memiliki sumber air semenjak kemarau panjang mulai awal tahun 2020.

Poltak Sirait salah satu petani di Kecamatan Parmaksian, Kamis (5/3) mengatakan,kemarau melanda daerah Parmaksian semenjak 2 bulan terakhir. Seluruh saluran irigasi mengalami kekeringan dan tanah di areal persawahan pun mulai retak-retak. Kemarau yang berkepanjangan ini juga dikwatirkan akan mengakibatkan ribuan hektar areal persawahan gagal panen.

Untuk megatatasi kekeringan, sebagian petani juga berusaha memompa air dari beberapa daerah aliran sungai. Namun, usaha itu akan sia-sia jika tidak ditambah dengan air hujan dalam waktu dekat. Menurut Poltak, air yang di pompa hanya bertahan dalam beberapa hari di areal persawahan.

“Tanaman padi saat ini rata-rata berumur 1-2 bulan dan sangat membutuhkan air. Kalau dalam 1 bulan ini tidak turun hujan, kami pastikan hasil panen akan berkurang dan bahkan ribuan hektar lahan persawahan akan gagal panen,” ungkapnya.

Hal senada juga disampaikan Rosita Panjaitan, laha persawahaannya kini mulai retak-retak akibat kemarau yang berkepanjangan. Petani asal Desa Lumba Manurung ini juga mengkwatirkan akan gagal panen. Karena musim kemarau tahun ini pernah terjadi pada beberapa tahun yang lalu, para petani gagal panen. (H03/c)


SHARE:
komentar
beritaTerbaru