Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 31 Mei 2026

Masyarakat Labusel Jangan Golput, Pilih Caleg Yang Amanah dan Aspiratif

- Minggu, 26 Januari 2014 20:13 WIB
276 view
Masyarakat Labusel Jangan Golput, Pilih Caleg Yang Amanah dan Aspiratif
SIB/Dok
Drs Rivai Nasution
Medan (SIB)- Ajang pesta demokrasi di Indonesia yakni Pemilihan Umum (Pemilu) Legislatif tahun 2014 sudah semakin di ambang pintu. Seiring dengan itu, semakin banyak wajah bermunculan untuk  menawarkan dirinya agar dipilih oleh masyarakat untuk duduk di kursi legislatif, baik di tingkat Nasional, Provinsi, maupun kabupaten/Kota.

Berharap ingin dipilih oleh rakyat atau konstituennya agar bisa duduk di kursi Legislatif, para Caleg pun mulai memberikan janji-janji manis dan ‘angin surga’ kepada warga masyarakat agar bisa terpilih.

Bahkan, tidak sedikit mereka yang melakukan segala cara untuk memuluskan maksudnya agar bisa duduk di kursi Legislatif, baik  DPR RI, DPRD Provinsi, DPRD Kabupaten/Kota.

Untuk itu, bagi warga masyarakat, khususnya masyarakat Labuhan Batu Selatan (Labusel) di himbau agar tidak sembarangan memilih wakilnya untuk duduk di kursi Legislatif.

Hal itu dimaksudkan, agar warga tidak terjebak oleh pilihannya sendiri atau tidak ‘memilih kucing di dalam karung’. Ungkapan itu disampaikan Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Keluarga Labuhan Batu Selatan (PB-Iklas) Drs Rivai Nasution MM kepada wartawan, Sabtu (25/1), di Medan.

“Kita sangat menghimbau kepada warga masyarakat Sumatera Utara, khususnya masyarakat Labusel untuk berhati-hati dan selektif dalam memilih wakilnya untuk duduk di kursi Legislatif.

Hal ini dimaksudkan, agar para Caleg yang nantinya  duduk di kursi Legislatif, benar-benar orang yang memperhatikan nasib masyarakatnya daripada memikirkan kepentingan pribadi,” ungkap Rivai.

Rivai menyampaikan, masyarakat Labusel agar memilih wakilnya yang amanah dan selalu menyampaikan aspirasi masyarakat Labusel, tanpa ditunggangi kepentingan pribadi.

“Kita berharap masyarakat bisa benar-benar selektif, jangan tergiur dengan politik uang (money politic). Apabila seorang Caleg ketika pencalonannya sudah merasa terbebani, maka ketika dirinya duduk sebagai anggota DPRD, tidak akan lagi bersungguh-sungguh dalam menjalankan tugasnya sebagai wakil rakyat,” tandasnya.

Bahkan sangat dikhawatirkan anggota Legislatif tersebut hanya sibuk untuk memikirkan bagaimana bisa mengembalikan apa yang sudah dikeluarkannya selama melakukan pencitraan dirinya. ”Inilah yang seharusnya tidak perlu terjadi.

Kita yakin dan percaya masyarakat Labusel saat ini sudah lebih cerdas dalam memilih wakilnya untuk menentukan pembangunan Labusel kedepan,” katanya. (r4a/h)

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru