Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 23 Februari 2026

Peringatan Hari Parkinson Sedunia, RS Adam Malik Tangani 70 Pasien Parkinson Selama 2021

Redaksi - Rabu, 13 April 2022 17:35 WIB
573 view
Peringatan Hari Parkinson Sedunia, RS Adam Malik Tangani 70 Pasien Parkinson Selama 2021
(Foto harianSIB.com/Leo Bukit)
PENYULUHAN: Salah satu dokter RSUP H Adam Malik melakukan penyuluhan kesehatan tentang penyakit parkinson di Ruang Tunggu Pasien Poliklinik Kardiologi PJT RS Adam Malik, Selasa (12/4).
Medan (SIB)
Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) H Adam Malik mengadakan penyuluhan kesehatan tentang penyakit parkinson di Ruang Tunggu Pasien Poliklinik Kardiologi Pusat Jantung Terpadu (PJT) RS Adam Malik, Selasa (12/4).

Dilansir dari harianSIB.com, penyuluhan kesehatan ini dilaksanakan dalam rangka World Parkinson’s Day atau Hari Parkinson Sedunia yang diperingati pada tanggal 11 April setiap tahunnya.

Penyuluhan kesehatan ini terlaksana atas kerja sama Instalasi Promosi Kesehatan dan Pemasaran Rumah Sakit (PKPRS) dengan kelompok Staf Medis (KSM) Neurologi RS Adam Malik. Penyuluhan tentang penyakit parkinson kepada para pasien ini disampaikan tim dokter yang dipimpin dokter ahli neurologi di RSUP H Adam Malik, dr Haflin Soraya Hutagalung SpS.

Dijelaskan dalam penyuluhan kesehatan ini, penyakit parkinson adalah suatu penyakit gangguan neurodegeneratif yang berjalan progresif lambat tanpa sebab yang diketahui. Penyakit parkinson sendiri ditandai dengan berkurangnya dopamin di dalam tubuh manusia, sehingga sel saraf tidak dapat bekerja dengan baik, terutama fungsi motorik tubuh.

Penderita penyakit parkinson biasanya akan menunjukkan sindrom parkinson, yang merupakan suatu kumpulan gejala klinik. Yaitu, tremor atau gemetar, rigiditas atau kekakuan otot, ketidakstabilan postur, dan bradikinesia atau gerakan melambat. Penyakit ini umum ditemukan pada populasi usia 65 tahun, di mana lebih banyak pada para pria.

Dalam kesempatan itu, tim dokter KSM Neurologi rumah sakit menjelaskan pula beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko penyakit parkinson pada seseorang yaitu, riwayat trauma dan stress emosional, paparan lingkungan seperti polusi udara, terpapar zat infeksius seperti pestisida, hingga memiliki riwayat keluarga dengan penyakit parkinson.

Selain itu, ada pula faktor yang bisa menurunkan risiko atau mencegah terjadinya penyakit parkinson. Mulai dari konsumsi antioksidan seperti vitamin E, suplemen multivitamin, minyak ikan, sayuran dan buah-buahan, hingga menjauhi kebiasaan merokok dan minum alkohol.

Beberapa makanan ternyata juga perlu dihindari, seperti asupan zat besi yang berlebihan, di mana telah terbukti dapat meningkatkan risiko penyakit parkinson.

Untuk pengobatan penyakit parkinson, maka dilakukan penatalaksanaan umum atau suportif seperti latihan fisik dan nutrisi yang cukup, penatalaksanaan medikamentosa, hingga penatalaksanaan rehabilitasi medik yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup penderita dan menghambat bertambah beratnya gejala penyakit ini.

Layanan pengobatan dan perawatan pasien parkinson ini tersedia di RSUP H Adam Malik melalui Poli Neurologi. Sementara berdasarkan data milik rumah sakit pada tahun 2021 terdapat sebanyak 70 kunjungan pasien penderita parkinson melakukan rawat jalan.

Sedangkan untuk rawat inap hanya terdapat dua orang pasien. Kemudian di tahun 2022, tepatnya hingga bulan Maret kemarin, rumah sakit milik Kemenkes ini menerima 25 kunjungan rawat jalan pasien parkinson. Namun untuk rawat inap, pada tahun ini belum ada dilakukan. (SS6/c)

Sumber
: KORAN SIB
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru