Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 11 Juni 2026

Perwakilan PT Lampatar Datangi Pangulu Sahkuda Bayu, Koordinasi Perbaikan Proyek BWSS II yang Rusak

Redaksi - Senin, 09 Mei 2022 17:56 WIB
440 view
Perwakilan PT Lampatar Datangi Pangulu Sahkuda Bayu, Koordinasi Perbaikan Proyek BWSS II yang Rusak
(Foto: harianSIB.com/Putra Nainggolan)
AMBRUK: Tembok pembatas saluran irigasi proyek BWSS II tahun 2021, di Nagori Sahkuda Bayu, Kecamatan Gunung Malela, Simalungun, sudah ambruk.  
Simalungun (harianSIB.com)
Tiga orang perwakilan PT Lampatar, perusahaan penyedia jasa pada proyek rehabilitasi irigasi Balai wilayah Sungai Sumatera (BWSS) II, mendatangi Pangulu (Kepala Desa) Sahkuda Bayu, Kecamatan Gunung Malela, Simalungun, Senin (9/5/2022), untuk berkoordinasi terkait perbaikan proyek yang rusak.

Pangulu Sahkuda Bayu, Suyatno menyampaikan kepada wartawan, pihak rekanan memintanya untuk membuat surat pemberitahuan kepada warga akan ada perbaikan saluran irigasi di Kerasaan I yang rusak sepanjang sekitar 54 meter.

Pengerjaan dikatakan akan dilakukan mulai Jumat (13/5/2022) sampai selesai. Untuk itu, diminta seluruh warga petani kolam ikan agar melalukan antisipasi demi kepentingan bersama.

"Yang penting kita sudah berikan imbauan, sesuai permintaan pihak BWSS II juga rekanan agar mereka bisa bekerja memperbaiki proyek yang rusak. Soal nanti masyarakat komplain atau ribut, itu tergantung rekanan bagaimana mengatasinya," kata Suyatno.

Wartawan juga sempat berbincang dengan perwakilan rekanan tersebut dan bertanya terkait item-item proyek, antara lain titik-titik proyek, kegiatan yang dilakukan, lokasi sedimen lumpur yang dikeruk. Sayangnya, keterangannya berubah-ubah.

Hingga akhirnya satu persatu mereka meninggalkan ruangan Pangulu dan permisi pulang.

Sebelumnya diberitakan, proyek rehabilitasi saluran irigasi BWSS II yang dikerjakan PT Lampatar tahun anggaran 2021 sudah rusak. Pantauan wartawan, tembok pembatas saluran irigasi di Nagori Sahkuda Bayu, Kecamatan Gunung Malela, sepanjang 54 meter sudah ambruk, keretakan juga terjadi di puluhan titik.

Demikian juga proyek yang sama yaitu dinding irigasi di Huta Suka Rakyat III, Kelurahan Kerasaan I, Kecamatan Pematang Bandar, juga sudah pecah-pecah. Bahkan seperti tidak ada material semen pengikat pada batu kerikilnya. (*)

Editor
:
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru