Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 16 Oktober 2026

Puing Bangunan Menumpuk di Lokasi Proyek RKB SDN 04 Simatahari, Dikhawatirkan Bisa Celakai Siswa

Redaksi - Jumat, 11 November 2022 17:55 WIB
259 view
Puing Bangunan Menumpuk di Lokasi Proyek RKB SDN 04 Simatahari, Dikhawatirkan Bisa Celakai Siswa
(Foto: SIB/Rudi Afandi Simbolon)
Dibiarkan : Puing-puing pembangunan RKB pada UPTD SDN 04 Simatahari dibiarkan oleh pelaksana pembangunan  tanpa dibersihkan. Dikhawatirkan dapat melukai para pelajar, Rabu (9/11).
Kotapinang (SIB)
Kontraktor pelaksana proyek pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB) pada UPTD SD Negeri 04 Desa Simatahari Kecamatan Kotapinang Kabupaten Labusel meninggalkan puing-puing bangunan di lokasi.

Dikhawatirkan, puing bangunan tersebut dapat mencelakai para murid yang bersekolah.

Informasi yang dihimpun wartawan, proyek yang dikerjakan CV Jasa Mandiri Bersama berbiaya Rp 657 juta bersumber dari APBD itu tampak sudah selesai, namun puing bangunan berupa pecahan tembok, galian tanah dan potongan kayu perancah dibiarkan menumpuk di lokasi pembangunan hingga menyulut perhatian warga.

"Ini pemborongnya keterlaluan. Puing bangunan dibiarkan begitu saja tanpa dibersihkan. Ini dapat membahayakan para murid nantinya. Bagaimana nanti kalau perlajar terkena paku atau benda tajam lainnya saat bersekolah," kata warga setempat, Rahmad Aruan, Kamis (10/11).

Rahmad menilai, kelakuan kontraktor yang meninggalkan puing bangunan usai melaksanakan pembangunan merupakan contoh buruk. Apalagi ada pelajar yang cedera akibat puing-puing itu.

"Di sini dapat kita lihat, kalau rekanan yang mengerjakan proyek tidak memikirkan dampak terhadap para murid yang bersekolah di SDN itu," katanya.

Dia meminta agar Dinas Pendidikan Kabupaten Labusel memberikan peringatan keras terhadap rekanan yang dinilai tidak peduli dengan kebersihan dan keasrian lingkungan sekolah di Kabupaten Labusel.

Terpisah, Pejabat Pembuat Komitmen pada Dinas Pendidikan Kabupaten Labusel Akbar Baktiawan yang dikonfirmasi terkait puing pembangunan gedung RKB itu mengatakan pekerjaan proyek belum selesai.

Masih ada finishing bagian pengecatan, sehingga puing bangunan belum dibersihkan.

"Itu belum selesai bang. Jika pelaksanaan pembangunan sudah selesai pasti akan dibersihkan. PHO saja belum dilakukan. Kemarin memang ada permintaan dari kepala sekolah SDN itu agar puing bangunan ditimbunkan di tempat yang dia tentukan," katanya.

Sementara itu, Kepala Sekolah UPTD SDN 04 Eliana Harahap yang dikonfirmasi membantah kalau dirinya meminta puing bangunan tersebut.

Bahkan, dia sempat mempertanyakan kepada pekerja rekanan proyek terkait puing bangunan yang ditinggal begitu saja.

Namun para pekerja mengaku, kalau pembersihan puing bangunan nantinya dilakukan oleh penjaga sekolah.

"Kalau untuk puing bangunan itu tanyakan saja sama penjaga sekolah. Nanti dia yang akan membersihkan itu,"sebut pekerja ditirukan Eliana.

Disinggung apakah masih ada pekerja di lokasi proyek, Eli mengaku tidak ada satupun pekerja yang masih berada di lokasi proyek. (SS18/f)



Sumber
: Koran SIB
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru