Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 12 Juni 2026

Tradisi Kaum Bapak di Saribudolok Pagi-Sore ke Kedai Kopi

Redaksi - Sabtu, 29 April 2023 20:20 WIB
478 view
Tradisi Kaum Bapak di Saribudolok Pagi-Sore ke Kedai Kopi
(Foto: Instagram)
Ilustrasi  kedai kopi.
Simalungun (SIB)
Saribudolok Kecamatan Silimakuta Kabupaten Simalungun berada sekitar 1.600 meter di atas permukaan laut (dpl). Udaranya dingin. Mayoritas penduduknya hidup dari sektor pertanian hortikultura.
Kaum bapaknya ramah-ramah dan memiliki tradisi setiap pagi dan sore hari selalu ke kedai kopi untuk menikmati minum teh, kopi, baca koran dan lainnya, sembari bercengkrama.
Dianggap kedai kopi merupakan tempat berbagi informasi, ilmu, menimbulkan inspirasi dan lainnya. Karena itu, ke kedai kopi pada pagi dan sore hari sudah menjadi tradisi kaum bapak di daerah itu.
Kalau ada yang tidak ke kedai kopi dianggap tidak bermasyarakat atau kurang pergaulan, sehingga kerap tidak dikawani, karena dinilai ada kesombongan dan hal lain.
"Iya, kedai kopi sebagai tempat berkumpulnya bapak-bapak, sudah merupakan tradisi di Saribudolok," kata Rusdin Girsang, Jumat (28/4).
Menurutnya, kedai kopi di Saribudolok bukan sekedar tempat minum teh dan lainnya, namun sebagai tempat untuk mempererat jalinan persaudaraan antar sesama.
"Itu makanya, kalau ada bapak yang tidak pernah ke kedai kopi, menjadi buah bibir karena dinilai tidak bermasyarakat," katanya.
Disebut, kedai kopi di Saribudolok sudah menjadi sarana penyampaian informasi dari pemerintah dan serikat kepada masyarakat, dengan cara menempel brosur pengumuman di kedai kopi.
"Jadi, siapa bapak-bapak yang tidak ke kedai kopi, dia akan terlambat atau tidak mengetahui apa yang terjadi di sekitarnya, seperti berita duka cita, suka cita dan hal lain," ucapnya.
Demikian juga disampaikan warga Saribudolok lainnya, di antaranya Eduward Saragih dan Herijoni Silalahi. Disebut, bapak-bapak ke kedai kopi sudah jadi tradisi dalam bermasyarakat.
"Jadi, kalau ada bapak-bapak tidak ke kedai kopi dianggap tidak bermasyarakat. Imbasnya, kalau ada acaranya, minim dihadiri masyarakat khususnya kaum bapak. Sedangkan bapak yang selalu ke kedai kopi jika ada acara hajatannya, ramai dihadiri bapak-bapak dengan pertimbangan, karena selalu ketemu di kedai kopi meski tidak ada hubungan keluarga," kata Eduward. (D5/a)



Sumber
: Koran SIB
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru