Siborna (SIB)
Belum lama selesai diperbaiki, tembok irigasi induk di Nagori Siborna yang mengairi 420 hektare lahan persawahan masyarakat Nagori Siborna, Nauli Baru dan Bahliran di Kecamatan Panei Kabupaten Simalungun kembali rubuh, Jumat (12/1).
Amatan SIB di lokasi sepanjang kurang lebih 7 meter dinding tembok irigasi yang baru selesai dikerjakan kontraktor perbaikannya pasca rubuh beberapa waktu lalu, kali ini kembali rubuh dan terhempas ke dalam jurang di bawah tebing dengan kedalaman sekitar 11 meter.
A Simangunsong salah satu petani di Nagori Siborna mengaku kesal karena bangunan tembok irigasi yang baru saja selesai dikerjakan kontraktor sudah ambruk lagi. Bahkan kata dia, kondisi irigas itu saat ini lebih parah dibandingkan saat sebelum diperbaiki.
Menurutnya proyek rehabilitasi daerah irigasi induk Siborna itu kabarnya menelan anggaran sebeasr Rp 1,9 miliar. Hal itu katanya patut dipertanyakan. Pasalnya beberapa titik yang sudah dikerjakan banyak yang tumbang, sehingga mutu hasil pekerjaan kontraktor itu patut dipersoalkan.
"Dengan anggaran sebesar itu, seharusnya pengerjaannya juga bisa maksimal. Bukan malah baru selesai dikerjakan sudah ambruk dan longsor. Jadi kualitas pembangunan sangat diragukan," tandasnya.
Simangunsong berharap dinas terkait bisa lebih perhatian dan memberikan pengawasan terhadap pekerjaan yang dilakukan oleh rekanan apalagi anggaran sudah mencapai miliyaran rupiah. Sehingga kualitas pekerjaan bisa lebih baik lagi, ungkapnya. (**)