Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 22 Juni 2026

Agincourt Resources Lepas 1.000 Anak Penyu di Pantai Barat Muara Opu Tapsel

Redaksi - Minggu, 14 Januari 2024 21:26 WIB
349 view
Agincourt Resources Lepas 1.000 Anak Penyu di Pantai Barat Muara Opu Tapsel
(Dok. IDN Times)
PT Agincourt Resources akan melepas 1.000 tukik (anak penyu) di Pantai Barat Muara Opu, Kecamatan Muara Batangtoru, Tapanuli Selatan pada awal 2024. 
Muara Batangtoru (SIB)
Dalam rangka mendukung keanekaragaman hayati laut, PT Agincourt Resources pada kuartal I/2024 telah melepas 1.000 anak penyu alias tukik di Pantai Barat Muara Opu, Kecamatan Muara Batangtoru, Tapsel .
Hal itu dikatakan Deputy General Manager Operations PT Agincourt Resources Wira Dharma Putra kepada wartawan Sabtu (13/1)
Dikatakan, dari sisi pengelolaan lingkungan dan keanekaragaman hayati PT Agincourt Resources sebagai Pengelola Tambang Emas Martabe berkomitmen mengikuti dan menjalankan kaidah pertambangan yang baik (Good Mining Practice) sesuai peraturan yang berlaku.
“Pelepasan tukik ini diharapkan dapat menjadi langkah penting dalam menjaga keanekaragaman hayati laut dan mendukung pelestarian lingkungan di wilayah sekitar operasional perusahaan. Kami sangat bangga dapat berkolaborasi dengan Lembaga Ovata Indonesia serta bersama dengan masyarakat dan komunitas pecinta alam Tapsel berkontribusi melestarikan lingkungan,” ujar Wira.
Lebih lanjut Wira Dharma Putra mengatakan perlindungan penyu adalah salah satu prioritas perusahaan saat ini. Secara ekologis penyu sangat bermanfaat bagi keseimbangan alam dan kehidupan manusia, penyu juga bisa dikatakan sebagai dokter laut.
“Dengan banyaknya penyu di laut, maka akan sehatlah habitat laut karena penyu dapat menjaga keseimbangan mata rantai ekosistem terumbu karang dan amat vital bagi ketersediaan ikan laut. Oleh karena itu, ke depan kami berencana mendukung kegiatan konservasi penyu di Pantai Barat Muara Opu,” ujar Wira.
Sementara Aktivis Lembaga Ovata Indonesia, Erwinsyah Siregar mengapresiasi komitmen PTAR dalam melestarikan ekosistem pesisir dan ekosistem laut, utamanya penyu yang masuk dalam kategori fauna dilindungi serta masuk ke dalam daftar merah IUCN (International Union for Conservation of Nature) dan Appendix I CITES yang berarti keberadaannya terancam punah.
Selain ancaman dari hewan predator dan perburuan oleh manusia, siklus kawin penyu yang lambat juga menjadi tantangan dalam upaya konservasi reptil purba ini. Penyu baru bisa kawin dan bertelur saat memasuki usia 20-30 tahun.
“PTAR telah menjadi agen terdepan dalam upaya konservasi penyu dan ke depan dapat mendukung Pantai Muara Opu menjadi salah satu pusat penangkaran penyu di Sumatra Utara,” ujar Erwinsyah.
Menurutnya, Pantai Barat Muara Opu merupakan pantai peneluran penyu Samudera Hindia karena lima dari enam jenis penyu di Indonesia berada di Pantai Barat Muara Opu yaitu Penyu belimbing (Dermochelys coriacea), Penyu sisik (Eretmochelys imbricata), Penyu hijau (Chelonia mydas), Penyu lekang (Lepidochelys olivacea), dan Penyu tempayan (Caretta caretta). (**)


SHARE:
komentar
beritaTerbaru
Mahasiswi USU Juara Karate Asia

Mahasiswi USU Juara Karate Asia

Medan(harianSIB.com)Karateka Timnas Indonesia yang juga mahasiswi Fakultas Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi (Fasilkom TI) Universitas S