Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 26 Juni 2026

Sambut Hari Bumi 2025, Umat Buddha Tanam Ratusan Pohon Matoa di Sergai

Muhammad Arif Hidayatullah - Selasa, 22 April 2025 21:54 WIB
74 view
Sambut Hari Bumi 2025, Umat Buddha Tanam Ratusan Pohon Matoa di Sergai
(Foto: Dok/ SNN/M Arif H).
Foto bersama setelah menanam pohon matoa di Serdangbedagai, Selasa (22/4/2025).
Sergai(harianSIB.com)
Menyambut Hari Bumi yang jatuh pada 22 April 2025, Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) Wilayah Sumatera Utara bekerja sama dengan WALUBI (Perwakilan Umat Buddha Indonesia), Permabudi (Persatuan Masyarakat Buddha Indonesia), serta sejumlah majelis dan tokoh agama setempat, melaksanakan penanaman ratusan pohon matoa secara serentak di Kabupaten Serdangbedagai (Sergai), Selasa (22/4/2025).

Penanaman dilakukan di dua titik utama, yaitu lingkungan Vihara Jinapannasarana di Kecamatan Perbaungan dan kawasan Pantai Pondok Permai, Kecamatan Pantaicermin. Kegiatan ini merupakan bagian dari gerakan nasional yang diinisiasi Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, melalui Kemenag RI sebagai bentuk nyata kepedulian terhadap kelestarian lingkungan hidup.

Kepala Pembimbing Masyarakat Buddha Sumut, Sukasdi, menjelaskan, kegiatan ini adalah upaya bersama menyambut Hari Bumi sekaligus kontribusi umat Buddha terhadap kelestarian alam.

"Penanaman ini tidak hanya dimaknai sebagai gerakan ekologis, tetapi juga sebagai bentuk kepedulian spiritual terhadap bumi dan semua makhluk hidup. Harapan kami, dengan penanaman ini emisi berkurang, oksigen bertambah, kesehatan meningkat, dan harapan hidup manusia pun ikut bertambah," ujarnya kepada SIB News Network (SNN).

Sementara itu, Ketua WALUBI Sumut Brilian Mochtar mengatakan, pemilihan pohon matoa bukan tanpa alasan.

"Matoa dipilih karena termasuk jenis pohon yang menghasilkan oksigen dalam jumlah besar. Selain itu, buahnya juga bernilai ekonomis," jelasnya.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan, umat Buddha sebelumnya pernah melakukan penanaman sebanyak lebih dari satu juta pohon di berbagai wilayah. Menurutnya, kegiatan kali ini merupakan lanjutan dari semangat tersebut yang kini digaungkan kembali bersama Kemenag.

"Kegiatan ini juga sejalan dengan ajaran Buddha, seperti doa Sabe Satta Bhavantu Sukhitatta yang berarti 'Semoga semua makhluk hidup berbahagia.' Menanam pohon adalah wujud kasih terhadap alam dan semua makhluk yang hidup di dalamnya," imbuhnya.

Senada dengan itu, Sekretaris Permabudi Sumut, Budi Darmawan, turut menyampaikan kegiatan ini akan membawa dampak langsung pada keseimbangan ekosistem.

"Pohon-pohon ini bukan hanya menyumbang oksigen, tetapi juga menjadi rumah bagi berbagai makhluk. Ini adalah bentuk tanggung jawab kita terhadap alam dan sesama makhluk hidup," pungkasnya.

Melalui aksi penghijauan ini, umat Buddha berharap dapat menginspirasi masyarakat luas untuk turut serta menjaga bumi demi generasi yang akan datang. (*)

Editor
: Donna Hutagalung
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru