Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 13 Juni 2026

Irigasi Tak Memadai, 200 Ha Lahan Sawah di Rayabosi Simalungun Beralih Fungsi

Jheslin M Girsang - Jumat, 01 Agustus 2025 15:45 WIB
76 view
Irigasi Tak Memadai, 200 Ha Lahan Sawah di Rayabosi Simalungun Beralih Fungsi
Foto: harianSIB.com/Jheslin M Girsang
ALIH FUNGSI: Lahan persawahan di Desa Rayabosi, Kecamatan Raya, Kabupaten Simalungun, beralih fungsi menjadi pertanaman pisang, Jumat (1/08/2025).
Simalungun(harianSIB.com)

Sekira 200 hektare lahan persawahan di Nagori (Desa) Rayabosi, Kecamatan Raya, Kabupaten Simalungun, kini beralih fungsi menjadi pertanaman jagung, pisang, cabai dan beberapa komoditas pertanian lainnya.

Padahal, lahan persawahan tersebut sebelumnya ditanami warga dengan tanaman padi dalam mendukung ketahanan pangan.

Pangulu (Kepala Desa) Rayabosi Wander Heden Saragih didampingi Sekretaris Desa Eko Suriadi Sinaga mengatakan, pengalihan fungsi lahan tersebut disebabkan karena tidak memadainya saluran irigasi yang menjadi kebutuhan dasar dalam pengelolaan tanaman padi.

"Ini sudah berlangsung bertahun-tahun karena tidak adanya saluran irigasi yang lancar. Mayoritas petani kini telah beralih untuk menanam jagung," kata Wander Heden Saragih, Jumat (1/8/2025).

Menurutnya, para petani terpaksa mengalihkan jenis tanaman daripada membiarkan lahan sawah ditumbuhi semak belukar. Hal ini berdampak mengurangi produksi gabah di daerah tersebut.

"Kami sudah ajukan usulan untuk pembangunan saluran irigasi ke instansi terkait. Mudah-mudahan nanti mendapat respon yang positif agar para petani kembali menanam padi," tuturnya.

Pemerintah diharapkan menunjukkan komitmennya untuk membangun saluran irigasi bagi petani sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan dalam mendukung program nasional swasembada pangan.

"Jadi, dibutuhkan sinergitas lintas sektor untuk meningkatkan produksi padi melalui inovasi dan dukungan intensif kepada para petani karena pertanian merupakan sektor vital sebagai tumpuan hidup masyarakat. Gerakan tanam padi menjadi tulang punggung perekonomian masyarakat," ujarnya. (**)

Editor
: Eva Rina Pelawi
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru