Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 22 Februari 2026

Pasca Mogok Kerja Dokter Spesialis, Bupati Pastikan Layanan RSUD Kotapinang Berjalan Baik

Rudi Afandi Simbolon - Selasa, 16 September 2025 17:20 WIB
493 view
Pasca Mogok Kerja Dokter Spesialis, Bupati Pastikan Layanan RSUD Kotapinang Berjalan Baik
Foto: harianSIB.com/Rudi Afandi Simbolon
Bupati Kabupaten Labusel, Fery Sahputra Simatupang berinteraksi dengan pasien saat melakukan inspeksi di salah satu ruangan di Gedung Poli RSUD Kotapinang, Selasa (16/9/2025).

Kotapinang(harianSIB.com)

Bupati Labusel, Fery Sahputra Simatupang, SH melakukan inspeksi ke RSUD Kotapinang, Selasa (16/9/2025) siang. Inspeksi tersebut dilakukan untuk memastikan pelayanan kesehatan di Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) tersebut berjalan baik, pasca mogok kerja sejumlah dokter spesialis yang menuntut realisasi remunerasi, pada Senin (15/9/2025).

Pengamatan wartawan, dalam inspeksi tersebut Bupati didampingi Plt Sekda M Reza Pahlevi, Inspektur Kabupaten M Sofyan, dan Plt Direktur RSUD Kotapinang dr Lisa Purba mengunjungi Gedung Poli yang menjadi tempat praktek para dokter spesialis. Saat mengunjungi sejumlah ruangan, yakni Poli Paru, Poli Internis, Poli Jiwa, dan lain-lain, Bupati mendapati pelayanan tetap berjalan.

Sesekali Bupati tampak berdialog dengan warga yang sedang mengantre layanan. Bupati pun menanyakan seperti apa layanan yang diterima dari para medis di rumah sakit.

"Tadi saya sudah meninjau langsung ke seluruh ruangan poli, aktifitas pelayanan berjalan baik," kata Bupati kepada wartawan.

Baca Juga:
Terkait mogok kerja yang dilakukan dokter spesialis, Fery mengatakan, pada Senin siang pun sudah berakhir. Hal itu kata dia, setelah dilakukan pertemuan antara Plt Direktur RSUD Kotapinang dengan para dokter.

"Semalam pun sebenarnya para dokter spesialis sudah tidak mogok lagi. Kita tampung semua aspirasi mereka," katanya.

Lebih jauh Fery menyebut, terkait remunerasi yang dituntut para dokter spesialis, untuk pembayaran Januari hingga Maret 2025, akan secepatnya dibayarkan. Sedangkan April-Agustus 2025, akan dilakukan verifikasi ulang oleh tim penghitung jasa pelayanan yang sebelumnya sudah ada dengan tim yang baru dibentuk.

Terkait keluhan masyarakat mengenai dokter spesialis yang sering tidak di tempat saat jam pelayanan, Bupati mengaku akan menertibkan. Menurutnya, mogok kerja yang dilakukan dokter spesialis seharusnya dibarengi dengan layanan yang baik terhadap masyarakat.

"Pada satu sisi manajemen salah karena adanya keterlambatan pembayaran remunerasi ini. Namun di sisi lain, para dokter spesialis ini juga selama ini banyak dikeluhkan kedisiplinannya. Makanya mogok kerja yang terjadi kemarin, kami sangat tidak mendukung," katanya.

Dia pun menegaskan, sudah menunjuk Plt Direktur sebagai pemimpin di RSUD, karenanya seluruh pegawai harus mematuhi segala kebijakan, yang sesuai aturan. Menurutnya, berbagai permasalahan yang muncul lebih disebabkan karena ketidakpatuhan terhadap pemimpin.

Plt Direktur RSUD Kotapinang, dr Lisa Purba pun mengaku akan mengambil langkah tegas menyikapi keluhan masyarakat mengenai layanan dokter spesialis selama ini. Menurutnya, secepatnya akan diterbitkan edaran mengenai kewajiban-kewajiban, khususnya menyangkut jam pelayanan.

Diberitakan sebelumnya, dokter spesialis yang praktek di RSUD Kotapinang menyatakan tidak memberikan layanan terhadap pasien (mogok kerja) selama dua hari, yakni Senin-Selasa (15-16/9/2025). Aksi itu dilakukan menyusul tidak tercapainya kesepakatan terkait sejumlah tuntutan pegawai RSUD, khususnya remunerasi dalam perundingan antara tenaga medis dengan Plt. Direktur RSUD Kotapinang, baru-baru ini.

Berdasarkan informasi yang didapat wartawan, besaran remunerasi yang diterima sejumlah dokter spesialis di RSUD Kotapinang selama ini, berkisar Rp15 juta hingga Rp30 juta per bulan. Selain remunerasi, dokter spesialis yang berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) juga menerima Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP), berkisar Rp30 juta per bulan, tergantung golongan. (**)

Editor
: Wilfred Manullang
SHARE:
Tags
beritaTerkait
PLN Putus Listrik PJU di Sei Kanan dan Perkantoran Bupati Labusel
DPRD Didorong Gulirkan Hak Interpelasi kepada Bupati Labusel
Ratusan Guru SD dan SMP Tanjungbalai Kembali Mogok, Geruduk Kantor Disdik
Peralihan Menajemen RSU Ibu Kartini Kisaran, Dokter Spesialis Angkat Kaki
Tuntut Pembayaran Gaji, Ratusan Honorer RS Pirngadi Mogok Kerja
 Kapolrestabes Medan Bantu Dorong Angkot Mogok Yang Terjebak Banjir
komentar
beritaTerbaru