Libur Lebaran, Objek Wisata Danau Toba Haranggaol Ramai Pengunjung
Simalungun (harianSIB.com)Objek wisata Danau Toba di wilayah Haranggaol Horisan Kabupaten Simalungun ramai dikunjungi wisatawan lokal maupun
Taput(harianSIB.com)
Sampai saat ini revisi atau adendum wilayah konsesi PT TPL (Toba Pulp Lestari) Tbk di Kabupaten Tapanuli Utara, tidak jelas setelah terbitnya Surat Keputusan (SK) pengakuan masyarakat hukum adat.
Hal itu terungkap dalam pertemuan tim kunjungan kerja reses Komisi XIII DPR RI bersama jajaran Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham), serta para pemangku kepentingan lainnya, di Hotel Grand City Hall, Medan, Jumat (3/10/2025).
Dalam keterangan resmi Pemkab Taput, Sabtu (4/10/2025), pertemuan ini difokuskan pada pembahasan dugaan pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) oleh PT TPL terhadap masyarakat adat di kawasan Danau Toba.
Acara turut dihadiri Komnas HAM, LPSK, Ephorus HKBP, perwakilan dari tujuh pemerintah kabupaten sekitar Danau Toba, tokoh agama, organisasi masyarakat sipil, serta perwakilan dari PT TPL dan masyarakat adat.
Baca Juga:Diskusi pun berlangsung secara terbuka untuk menggali fakta dan merumuskan langkah strategis dalam menyelesaikan konflik lahan yang berlarut-larut.
Wakil Bupati (Wabup) Tapanuli Utara, Deni Parlindungan Lumbantoruan, menyoroti konflik yang langsung bersinggungan dengan PT TPL, bahwa dari 10 komunitas, 9 sudah ditetapkan melalui SK Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan.
"Dari 10 komunitas, 9 sudah ditetapkan melalui SK Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan dan dua lagi komunitas, yakni Nagasaribu Siharbangan dan Pansur Batu, memiliki wilayah yang tumpang tindih dengan konsesi PT TPL," ujarnya.
Bahkan, katanya, dua bulan lalu terjadi konflik. Di mana 778,682 hektare lahan konsesi TPL beralih ke wilayah masyarakat hukum adat Nagasaribu Siharbangan.
Meski demikian, lanjutnya, Pemkab Taput terus berupaya melindungi hak-hak masyarakat adat.
"Hingga saat ini sudah terbentuk 10 komunitas masyarakat hukum adat di Taput melalui Keputusan Bupati dengan rata-rata wilayah sekitar 4.000 hektar dan yang terbesar adalah komunitas Kenegerian Janji Angkola yang luasnya mencapai 8.000 hektar," jelasnya.
Untuk itu, Pemkab Taput telah melakukan berbagai langkah, mulai dari mediasi bersama Forkopimda, rapat dengar pendapat di DPRD, hingga membentuk Pansus khusus," tambahnya.
Lebih lanjut, ia menyampaikan, Pemkab Taput juga perlu dukungan anggaran pusat karena penetapan membutuhkan biaya besar sebab kemampuan daerah sangat terbatas.
Oleh karenanya dia berharap Kementerian menjadikan penguatan masyarakat hukum adat, khususnya yang bersinggungan dengan PT TPL, sebagai prioritas nasional agar konflik berkepanjangan dapat dihindari.
Diinformasikan, Pemkab Taput telah melakukan berbagai langkah, mulai dari mediasi bersama Forkopimda, rapat dengar pendapat di DPRD, membentuk pansus khusus hingga menyurati Ombudsman RI untuk mendorong Kementerian Lingkungan Hidup segera menetapkan tapal batas resmi.
Di bagian lain, Ephorus HKBP, Pdt Viktor Tinambunan MST, dalam sambutannya menyerukan agar PT TPL ditutup karena warga HKBP bertanggungjawab merawat alam dan menentang segala usaha perusakan alam.
"Tanah bukan hanya komoditas tapi bagian dari rantai kehidupan bersama. Inilah doktrin HKBP yang beranggotakan sekitar 7 juta jiwa," tegasnya.
Kemudian, dari 10 ancaman global urutan 1 adalah climate change (perubahan iklim) yang menimbulkan kerusakan alam Tapanuli Raya yang berdampak secara global.
Setelah itu, HKBP menduga PT TPL telah melakukan pelanggaran HAM manusia dan hak makhluk karena pihaknya sudah bertemu langsung dan mendengar korban di beberapa tempat dan sudah bertemu dengan pimpinan-pimpinan gereja dan pendamping masyarakat.
Bahkan, katanya, sudah mendengar dari Luhut Binsar Pandjaitan, yang menyebut ekaliptus merusak tanah dan TPL sudah saatnya Tutup serta mengikuti pemberitaan media konvensional, website dan media sosial serta membaca buku hasil studi "Jeritan Bona Pasogit".
Berdasarkan semua itu, lanjutnya, kehadiran TPL di tanah Batak telah menimbulkan kerusakan alam sangat parah dan korban manusia sudah ada dan kehilangan rasa tidak aman. Jadi HAM yang hidup sekarang dan HAM manusia yang lahir di masa depan sudah dirampas. (**)
Simalungun (harianSIB.com)Objek wisata Danau Toba di wilayah Haranggaol Horisan Kabupaten Simalungun ramai dikunjungi wisatawan lokal maupun
Lubukpakam (harianSIB.com)Sebanyak 666 orang Narapidana (Napi) Lapas Kelas IIB Lubukpakam Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Dirjen Pem
Jakarta (harianSIB.com)Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengalihkan status penahanan mantan Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas, dari rumah
Simalungun (harianSIB.com)Jumlah kunjungan wisatawan di Kota Wisata Parapat, Kabupaten Simalungun, meningkat 40 persen. Seluruh kapal penump
Washington (harianSIB.com)Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memberikan ultimatum keras kepada Iran terkait penutupan Selat Hormuz d
Teheran (harianSIB.com)Iran kembali kehilangan tokoh penting di bidang militer setelah juru bicara Korps Garda Revolusi Iran (IRGC), Brigadi
Medan (harianSIB.com)Di hari raya Idulfitri 1447 H, Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas membuka pintu rumah dan hatinya lebarlebar un
Jakarta (harianSIB.com)Mantan Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas alias Gus Yaqut, disebut tak terlihat di Rumah Tahanan (Rutan) KPK pada Har
Jakarta (harianSIB.com)Kementerian Luar Negeri (Kemlu) menyampaikan rencana pengiriman prajurit TNI ke wilayah Gaza dalam menjalani misi per
Padangsidimpuan (harianSIB.com)Untuk lebih memperkuat toleransi , Badan Kerjasama Antar Gereja (BKAG) Kota Padangsidimpuan kunjungi Wali Ko
Medan (harianSIB.com)Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas menghadiri Open House Idulfitri 1447 yang diselenggarakan Gubernur Sumatera U
Sergai (harianSIB.com)Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Muhammad Bobby Afif Nasution bersama Bupati Sergai melaksanakan Salat Idulfitri 1447