"Kita sudah berkoordinasi dengan Bupati Aceh Tamiang. Listrik dan internet mulai pulih, tetapi kebutuhan air bersih masih terkendala. Tim tambahan akan kita turunkan untuk mempersiapkan layanan gawat darurat," jelasnya.
Selain fokus di Aceh Tamiang, RS Adam Malik juga berkoordinasi dengan RSUD di Kota Langsa dan Kabupaten Aceh Timur untuk memastikan pelayanan kesehatan di wilayah terdampak tetap berjalan, terutama bagi para korban banjir yang membutuhkan perawatan lanjutan.
Di posko pengungsian Aceh Tamiang, RS Adam Malik membuka layanan kesehatan sementara dengan menurunkan tenaga medis lengkap, mulai dari dokter spesialis, dokter umum, perawat gawat darurat, tenaga farmasi, hingga paramedis.
Ambulans keliling turut disiagakan untuk menjangkau wilayah terdampak yang sulit. Tim bantuan juga membawa logistik dan obat-obatan bagi para pengungsi.
"Kita melihat beratnya penderitaan masyarakat akibat bencana ini. Kita hadir untuk membantu meringankan beban mereka. Kepada seluruh tim kesehatan, saya ucapkan terima kasih. Kita akan terus mendukung sampai RSUD Aceh Tamiang dapat kembali beroperasi," tambah dr Zainal.
Sebelumnya, RS Adam Malik telah memberikan bantuan layanan kesehatan serta logistik untuk korban banjir dan longsor di Tanjung Pura, Kabupaten Langkat sejak 2 Desember 2025. Selain itu, rumah sakit juga mengirimkan tim medis ke Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan sejak 29 November 2025. (*)
Editor
: Wilfred Manullang