Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 17 April 2026

Masinton Pasaribu Fokus Tangani Bencana Tapteng, Hingga Tidur di Kantor Bupati

Marlon Pasaribu - Rabu, 31 Desember 2025 21:50 WIB
1.941 view
Masinton Pasaribu Fokus Tangani Bencana Tapteng, Hingga Tidur di Kantor Bupati
Foto: harianSIB.com/Rossy Hutabarat
Bupati Tapteng Masinton Pasaribu saat menjawab wawancara wartawan di Kantor Bupati Tapteng, Pandan, Rabu (31/12/2025).

Pandan (harianSIB.com)

Lebih dari sebulan pascabencana banjir dan tanah longsor yang melanda Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), penanganan dampak bencana masih terus berlangsung. Hampir 80 persen wilayah Tapteng terdampak, dengan jumlah pengungsi mencapai ribuan orang dan sejumlah kawasan sempat lumpuh total.

Bupati Tapteng Masinton Pasaribu menegaskan, pemerintah daerah terus berupaya maksimal dalam penanggulangan bencana agar tidak menambah jumlah korban. Bahkan, demi memastikan koordinasi berjalan optimal, ia mengaku kerap harus menginap di Kantor Bupati Tapteng.

"Saya terus berkoordinasi langsung dengan jajaran pemerintahan dan seluruh stakeholder. Kadang harus ngekos di kantor, apalagi kalau hujan, jadi tidur di kantor," ujar Masinton saat diwawancarai harianSIB.com di Kantor Bupati Tapteng, Jalan Dr Ferdinand Lumbantobing, Pandan, Rabu (31/12/2025).

Masinton menyampaikan, dalam fase tanggap darurat, berbagai langkah telah dilakukan, mulai dari respons cepat, evakuasi, penyelamatan korban, hingga pemenuhan kebutuhan dasar para pengungsi. Saat ini, Tapteng mulai memasuki fase transisi menuju rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.

Baca Juga:
Berdasarkan data per 31 Desember 2025, bencana banjir dan longsor di Tapteng mengakibatkan 127 orang meninggal dunia, 36 orang dinyatakan hilang, serta 4.235 orang mengungsi. Tercatat sedikitnya 20 titik lokasi terdampak yang tersebar di sejumlah kecamatan se-Kabupaten Tapteng.

Masinton mengakui, dampak bencana jauh lebih besar dari perkiraan awal. Hingga kini, masih terdapat desa-desa yang belum sepenuhnya dapat dijangkau karena kondisi medan yang sulit.

"Ini kerja keras semua pihak, baik instansi pemerintah maupun elemen masyarakat dan komunitas. Banyak desa yang belum sepenuhnya terjangkau," katanya.

Ia juga mengapresiasi solidaritas yang datang dari berbagai daerah, mulai dari Sulawesi, Bali, Nusa Tenggara Timur, Jawa, hingga wilayah Sumatera lainnya, yang turut membantu warga Tapteng terdampak bencana.

"Solidaritas inilah yang menjadi kekuatan dalam proses penanggulangan bencana, saling bahu-membahu," ujarnya.

Pasca bencana, dilaporkan masih ada empat desa dan dua dusun yang terisolasi. Beberapa wilayah bahkan direncanakan untuk direlokasi karena berada di lereng perbukitan dengan tingkat kerawanan tinggi.

Terkait estimasi kerugian akibat bencana, Masinton menyebut angka sementara mencapai Rp5,4 triliun, meliputi kerusakan infrastruktur jalan dan jembatan, pertanian, permukiman, serta kerugian ekonomi masyarakat. Namun angka tersebut masih bersifat dinamis dan dapat berubah.

Ia menegaskan, penataan ulang kawasan terdampak menjadi hal mendesak, termasuk pengembalian fungsi kawasan bantaran sungai, penataan permukiman, serta rehabilitasi lingkungan berbasis kelestarian alam.

"Penataan kawasan terdampak seperti Tuka akan dikembalikan ke fungsi pertanian. Sungai harus dibangun kanal dan tanggul berbasis lingkungan," jelasnya.

Ke depan, Masinton berharap seluruh pihak turut menjaga dan menghormati lingkungan agar kerusakan serupa tidak kembali terjadi. Rehabilitasi kawasan hutan dan penataan ruang menjadi kunci agar Tapteng layak dihuni dan berkelanjutan.

"Masyarakat Tapteng harus tetap semangat dan saling membantu. Dengan kerja bersama, kita bisa bangkit," tutupnya. (**)

Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Ratusan Petani Sirapit Unjuk Rasa di Kantor Bupati dan BPN Langkat
Demo Aliansi Buruh Tolak Penetapan UMK di Kantor Bupati Deliserdang
Terlibat Dugaan Penipuan Proyek, Mantan Bupati Tapteng Diadili
Ratusan ‟Omak-omak‟ dan Mahasiswa Unjuk Rasa di Kantor Bupati Asahan
Kontraktor Swakelola Datangi Kantor Bupati, Sebut Pemkab Kalah Kasasi di MA
Tuntut Hak, Buruh PT Aek Nagali Labura Demo ke Kantor Bupati dan DPRD
komentar
beritaTerbaru