Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 11 Februari 2026

Tim Penasehat Khusus Presiden RI Bidang Kesehatan Kunker ke RSKP Tebingtinggi

Bonny Wenles Adimanta Sembiring - Jumat, 09 Januari 2026 19:47 WIB
681 view
Tim Penasehat Khusus Presiden RI Bidang Kesehatan Kunker ke RSKP Tebingtinggi
Foto: harianSIB.com/Bonny Sembiring
Asisten I Penasehat Khusus Presiden Bidang Kesehatan, M Faridz Syahrian, memberikan arahan kepada pihak RSKP Tebingtinggi, Jumat (9/1/2026).

Tebingtinggi(harianSIB.com)

Tim Penasehat Khusus Presiden RI Bidang Kesehatan melakukan kunjungan kerja ke Rumah Sakit Kumpulan Pane (RSKP) Kota Tebingtinggi, Jumat (9/1/2026) sore.

"Kunjungan ini untuk memberikan saran dan inovasi-inovasi pelayanan kesehatan masyarakat sekaligus meminimalisir segala persoalan di RSKP," ujar Asisten I Penasehat Khusus Presiden Bidang Kesehatan, M Faridz Syahrian, saat memberikan arahan dalam diskusi bersama Sekdako Tebingtinggi, Erwin Suheri Damanik, Dirut RSKP drg Lili Marliana dan Kadis Kesehatan dr Fitri Saragih, Jumat (9/1/2026), di ruang rapat RSKP.

Dikatakan Faridz Syahrian, pada dasarnya setiap calon pasien yang datang ke rumah sakit untuk berobat tidak boleh ditolak dan harus dilayani dengan baik.

Menurutnya, petugas medis wajib memberikan pelayanan secara optimal, bukan malah tindakan penolakan yang memunculkan kekisruhan di tengah masyarakat.

Baca Juga:
"Penting untuk diingat, setiap pasien yang kondisinya gawat darurat harus ditangani secara cepat dan tepat. Apapun status sosial si pasien, jangan sampai ada penolakan," pesan Faridz Syahrian.

Terkait layanan Puskesmas dan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Tebingtinggi, Faridz juga akan memberikan saran positif maupun masukan yang inovatif, sehingga layanan pada setiap Puskesmas dan program nasional itu dapat berjalan sebagaimana yang diharapkan pemerintah pusat.

"Kita ini pelayan masyarakat. Jadi, kita wajib memberikan layanan yang terbaik supaya masyarakat tidak merasa kecewa," tegasnya.

Sementara, Sekdako Tebingtinggi Erwin Suheri Damanik, dalam sambutannya menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas kunjungan kerja Tim Penasehat Khusus Presiden Bidang Kesehatan itu.

Sekaitan dengan peristiwa penolakan terhadap pasien wanita lanjut usia (Lansia) di RSKP kemarin, Sekdako berjanji bakal segera memerbaiki sistem layanan dan tidak akan mengulangi kesalahan serupa.

Dia juga berharap, RSKP ke depannya bisa menjadi sentra pelayanan kesehatan bagi kabupaten/kota tetangga, seperti Kota Pematangsiantar, Kabupaten Serdangbedagai (Sergai), Simalungun dan Kabupaten Batubara.

Dirut RSKP drg Lili Marliana pada kesempatan yang sama menyebut, pihaknya akan terus berbenah untuk memperbaiki sistem layanan kesehatan masyarakat.

Dia pun mengakui, penolakan terhadap pasien kritis yang dilakukan petugas Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSKP pada Kamis (8/1/2026) lalu, merupakan suatu kesalahan dalam prosedur pelayanan.

"Dari situasi itu, saya beserta manajemen berjanji ke depannya tidak akan mengulangi kesalahan yang sama dan tentunya berintrospeksi dalam memberikan layanan kesehatan bagi setiap lapisan masyarakat sesuai dengan ketentuan dan aturan," kata Lili Marliana.

Usai berdiskusi selama 2 jam, Asisten I Penasehat Khusus Presiden Dr M Faridz Syahrian bersama tim melanjutkan kunjungan kerja dengan memantau situasi operasional Dapur MBG di Jalan Delima, Kota Tebingtinggi. (**)

Editor
: Donna Hutagalung
SHARE:
Tags
beritaTerkait
14 Desa di Kecamatan MBG Antusias Sambut Perdes Penertiban Ternak
Saat Rapat Gabungan dengan DPRD, Sekdako Tebingtinggi Tidak Tahu Keberadaan Kadis Kesehatan
Plh Sekdako Tebingtinggi: Di Mata Publik Citra PNS Negatif
komentar
beritaTerbaru