Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 15 April 2026

Siswa SD Tewas Diduga karena Tak Mampu Beli Buku, Ephorus HKBP: Ini Jeritan Nurani untuk Kita Semua

Anwar Lubis - Selasa, 10 Februari 2026 07:45 WIB
348 view
Siswa SD Tewas Diduga karena Tak Mampu Beli Buku, Ephorus HKBP: Ini Jeritan Nurani untuk Kita Semua
Ephorus Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Pdt Dr Viktor Tinambunan MST.

Taput (harianSIB.com)

Ephorus Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Pdt Dr Viktor Tinambunan MST menyuarakan keprihatian mendalam atas tragedi meninggalnya seorang siswa SD berinisial YBS (10) di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur.

Bocah kelas IV SD itu diduga mengakhiri hidupnya karena putus asa dengan kondisi ekonomi keluarga yang tidak mampu membelikan buku dan pena seharga kurang dari Rp 10.000.

Dalam pernyataan resmi yang diunggah melalui akun Facebook pribadinya, Kamis (5/2/2026) sebagaimana dikutip, Senin (9/2/2026), Ephorus Viktor menyebut tragedi ini sebagai tamparan keras bagi nurani bangsa.

"Hati kita remuk mendengar tragedi kemanusiaan yang terjadi di Ngada, Nusa Tenggara Timur. Seorang bocah mengakhiri hidupnya diduga karena himpitan kemiskinan. Sang ibu tak sanggup membeli buku dan pena, alat sederhana yang seharusnya menjadi jembatan harapan menuju masa depan," tulis Ephorus Viktor.

Baca Juga:
Ephorus menegaskan, bahwa surat yang ditinggalkan YBS bukan sekadar catatan perpisahan biasa, melainkan pesan yang menohok hati nurani seluruh bangsa.

"Surat yang ditinggalkan bocah itu bukan sekadar catatan duka, melainkan jeritan nurani yang ditujukan kepada kita semua, termasuk kepada pemerintah yang kita hormati," katanya.

Ia menilai tragedi ini memperlihatkan kesenjangan antara jargon pendidikan gratis dengan kenyataan di lapangan yang masih jauh dari harapan.

"Barangkali ya, barangkali yang sangat dibutuhkan banyak warga negeri ini adalah jaminan nyata atas pendidikan yang sungguh-sungguh gratis, termasuk buku dan alat tulis yang paling dasar," ujarnya.

Ephorus mendesak pemerintah untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap program pendidikan gratis yang selama ini diklaim telah berjalan.

"Kami percaya, Bapak dan Ibu yang mengemban amanat mengurus bangsa dan negara memiliki kebijaksanaan, kemampuan, dan tanggung jawab moral untuk melakukan kajian yang jujur, mendalam dan objektif serta, yang paling penting, mengambil langkah nyata agar tragedi serupa tidak terulang," tegasnya.

Ia menekankan, bahwa pemerintah memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan tidak ada lagi anak bangsa yang kehilangan harapan, apalagi nyawa, hanya karena tidak mampu membeli alat tulis sekolah.

Tidak hanya menyuarakan kepada pemerintah, Ephorus juga menghimbau seluruh jemaat HKBP untuk meningkatkan kepedulian sosial di lingkungan masing-masing.

"Secara khusus kepada seluruh warga HKBP, marilah kita saling peduli dan menjaga satu sama lain. Jangan biarkan ada satu pun saudara kita yang kehilangan harapan, apalagi kehilangan nyawa, karena kemiskinan dan keterbatasan," ajaknya.

Ephorus Viktor menekankan, bahwa umat yang telah diberkati memiliki tanggung jawab untuk menjadi berkat bagi sesama.

"Kita telah diberkati oleh Tuhan, kini saatnya kita sungguh-sungguh menjadi berkat, mulai dari lingkungan kita hingga melintas "tembok" gereja ke yang lebih luas," katanya.(**)

Editor
: Eva Rina Pelawi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
HKBP Paparkan Capaian Strategis 2026
Ephorus HKBP–GOKESU Apresiasi Presiden, Desak Pemulihan Ekologis Pasca Pencabutan Izin PT TPL
Gokesu Satukan Komitmen Minta TPL Ditutup Permanen
Bupati Humbang Hasundutan Hadiri Syukuran Tahun Baru 2026 di Kantor Pusat HKBP
Ephorus HKBP Serukan Solidaritas Natal, Toleransi dan Dukungan bagi Korban Bencana Sumatera
Natal Hatopan HKBP 2025, Ephorus Ajak Umat Rawat Kelestarian Alam
komentar
beritaTerbaru