Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 15 April 2026

Forwakum Santai Nikmati UMKM di Tugu Juang Perbaungan

Rimpun H Sihombing - Selasa, 17 Februari 2026 18:56 WIB
416 view
Forwakum Santai Nikmati UMKM di Tugu Juang Perbaungan
Foto SNN/Rimpun H Sihombing
DITATA RAPI : Stan para pelaku UMKM yang menyajikan berbagai kuliner ditata rapi di lokasi Tugu Juang Perbaungan, Senin (16/2/2026).

Sergai(harianSIB.com)

Tugu Juang Perbaungan kini menjadi lokasi tongkrongan favorit, baik bagi warga Kabupaten Serdangbedagai, khususnya Perbaungan, maupun dari luar kota.

Monumen bersejarah setinggi lebih kurang 20 meter dengan lambang bintang di puncaknya itu, berdiri kokoh di Lapangan Segitiga, Kelurahan Simpang Tiga Pekan, Kecamatan Perbaungan. Lokasi strategis di pinggir jalan lintas, sehingga mudah dijangkau masyarakat.

Lokasi tugu bersejarah itu kini ditata rapi dengan sajian aneka ragam jajanan kuliner dari para pelaku UMKM. Hal ini tentunya menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung untuk datang.

Tidak terkecuali rombongan wartawan yang tergabung dalam Forum Wartawan Hukum (Forwakum) Sergai, juga ikut mengunjungi dan menikmati sajian kuliner di lokasi bersejarah tersebut, Senin (16/2/2026) sore.

Baca Juga:

DIABADIKAN : Pengurus dan Anggota Forwakum Sergai diqbadikan di Tugu Juang Perbaungan, Senin (16/2/2026). (Foto Dok/Forwakum Sergai)

Ketua Forwakum Sergai, Darmawan SSos mengapresiasi langkah Pemkab Sergai di bawah kepemimpinan Bupati Darma Wijaya dan Wakil Bupati Adlin Tambunan yang merevitalisasi kawasan tersebut.

"Bersantai sambil menikmati kuliner UMKM di Tugu Juang ini, kita juga memahami sejarah perjuangan para pejuang kemerdekaan. Kini, tempat ini dipoles pemerintah menjadi lokasi santai sekaligus ruang edukasi sejarah," ujarnya.

Sejarah Tugu Juang Perbaungan

Tugu Juang Perbaungan atau yang bernama asli Tugu Juang Sei Ular Palagan Medan Area ini dibangun pada 1995, dan diresmikan Ketua Umum Pimpinan Pusat LVRI saat itu Letjen TNI (Purn) Achmad Tahir bersama Gubernur Sumut ke-13 Raja Inal Siregar dan Pangdam I BB Mayjen TNI Arie J Kumaat

Di sekitar lokasi, tersedia papan informasi yang menceritakan kisah perjuangan para pahlawan. Pengunjung dapat membaca langsung sejarah panjang pertempuran Palagan Medan Area yang pernah terjadi di wilayah tersebut.

Monumen tersebut menjadi simbol perlawanan rakyat Sergai terhadap penjajahan Belanda pada masa agresi militer.

Baca Juga:

Pada 1947, Belanda melakukan invasi melalui Pantaicermin dan menyusuri Sungai Ular, jalur strategis menuju Perbaungan dan Lubuk Pakam, yang saat itu masih bagian dari Deliserdang.

Sungai Ular menjadi medan tempur sengit antara pejuang kemerdekaan dan pasukan Belanda. Banyak pejuang gugur dalam pertempuran tersebut. Tugu inilah yang kemudian didirikan sebagai bentuk penghormatan atas jasa dan pengorbanan para pejuang.

"Kehadiran Forwakum di sini menjadi jembatan informasi sejarah di Sergai. Sejarah tidak dapat dipisahkan dari wartawan yang mendistribusikan informasi melalui media massa," tambah Darmawan.

Jadi Favorit

Setelah direvitalisasi, Pemkab Sergai melengkapi kawasan tersebut dengan foodcourt. Para pedagang yang sebelumnya berjualan di Sergai Walk kini dipusatkan di area Tugu Juang.

Afiza, pekerja UMKM di salah satu stan kuliner, mengaku perubahan tersebut berdampak positif terhadap pendapatan pedagang.

Baca Juga:

"Perubahan ini sangat berdampak. Kini, Perbaungan punya tempat yang layak untuk bersantai dan menikmati jajanan. Kami sebagai pekerja tentu bahagia," ujarnya.

Sementara itu, Safaruddin selaku pengawas lokasi foodcourt menyebutkan setiap hari ratusan pengunjung datang untuk bersantai. Di lokasi juga tersedia fasilitas umum seperti toilet pria dan wanita serta ruang salat yang dapat digunakan secara gratis.

"Alhamdulillah, setelah dibangun kembali oleh Bupati Darma Wijaya dan Adlin Tambunan, lokasi ini menjadi primadona bagi masyarakat Sergai, khususnya Perbaungan," katanya.

Tugu Juang Sei Ular Palagan Medan Area kini bukan hanya menjadi saksi bisu perjuangan para pahlawan, tetapi juga ruang publik yang menyatukan sejarah, ekonomi kerakyatan, dan kebersamaan masyarakat. (*)

Baca Juga:
Editor
: Eva Rina Pelawi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Trafo Listrik Rusak, Kilang Padi Tani Jaya di Perbaungan Rugi Puluhan Juta Rupiah
Warga Desa Bandarawan Tangkap Pelaku Curanmor, Diserahkan ke Polisi
Pria di Sergai Ditemukan Meninggal Saat Mengemudi Mobil
Kades Tanjungharap Jadi Tersangka Dugaan Penipuan Rp100 Juta
DPRD SU: Mundurnya 3 Kadis Bentuk Fenomena "Silent Resignation" Birokrasi Pemprovsu
Dukung Pesantren Kilat IRMSAPS, Bupati Sergai Tekankan Pentingnya Etika Generasi Muda
komentar
beritaTerbaru