Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 30 Maret 2026

Jelang Paskah Raya Taput, Baliho “Selamat Natal 2025” di Dinas Pendidikan Masih Terpampang

Anwar Lubis - Senin, 30 Maret 2026 13:54 WIB
250 view
Jelang Paskah Raya Taput, Baliho “Selamat Natal 2025” di Dinas Pendidikan Masih Terpampang
Foto harianSIB.com/Anwar Lubis
Baliho "Selamat Hari Natal 2025" milik Pemerintah Kabupaten Taput yang masih terpasang di depan Dinas Pendidikan, Tarutung, Senin (30/3/2026). Warga mempertanyakan sikap pemerintah yang getol bicara disiplin namun abai pada atribut publiknya sen

Taput(harianSIB.com)

Sebuah baliho berukuran besar masih terpampang mencolok di depan Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Tapanuli Utara (Taput), hingga Senin (30/3/2026). Baliho itu memuat foto Bupati dan Wakil Bupati Taput dengan tulisan besar, "Selamat Hari Natal 2025 & Tahun Baru 2026.

Yang membuat baliho tersebut menuai sorotan, Paskah Raya Kabupaten Taput sudah tinggal hitungan hari dijadwalkan berlangsung pada 3 hingga 5 April 2026 di Kawasan Salib Kasih, Kecamatan Siatasbarita.

Natal sendiri pun sudah lewat lebih dari tiga bulan lalu dan tahun baru pun sudah lama berganti. Namun baliho itu tampak tak bergeming, seolah waktu berhenti di penghujung 2025.

Berdasarkan pantauan di lokasi menunjukkan baliho tersebut masih berdiri kokoh, terpasang di titik yang mudah terlihat oleh siapa pun yang melintas di depan kantor dinas tersebut. Tidak ada tanda-tanda persiapan untuk menurunkan atau menggantinya dengan atribut yang lebih relevan menjelang perayaan Paskah.

Baca Juga:
Sejumlah warga yang ditemui di sekitar lokasi mengaku heran dengan pemandangan tersebut. Rudi Lumbantobing warga Tarutung, mengaku sudah lama memperhatikan baliho itu tetapi tidak menyangka akan dibiarkan hingga selama ini.

"Natal sudah lewat jauh, Tahun Baru juga sudah jauh. Sekarang mau Paskah, baliho Natal masih terpasang di kantor pemerintah. Ini menggelikan sekaligus memprihatinkan," ujarnya.

M Hutasoit seorang guru yang setiap hari melewati jalan di depan kantor tersebut, mengaku sudah lama ingin mempertanyakan hal ini. Ia menilai seharusnya ada standar operasional prosedur yang mengatur pemasangan dan penurunan baliho atau atribut resmi pemerintah.

"Saya lewat situ tiap hari. Sudah berbulan-bulan baliho itu ada. Kalau memang ada perayaan hari besar berikutnya, semestinya atribut lama sudah diganti jauh-jauh hari. Ini soal tata kelola yang sederhana, tapi dampaknya ke citra pemerintah cukup besar," kata Hutasoit.

Nada lebih keras datang dari C Tampubolon aktivis pemuda Taput yang menyebut persoalan ini bukan semata urusan estetika, melainkan menyangkut konsistensi antara ucapan dan tindakan pejabat daerah.

"Pemerintah boleh bicara soal disiplin, soal pelayanan, soal integritas. Tapi kalau urusan sekecil ini menurunkan baliho yang sudah kedaluwarsa saja tidak bisa dikelola dengan baik, masyarakat berhak mempertanyakan komitmen itu. Turunkan baliho itu sebelum Paskah tiba," tegasnya.

Sorotan terhadap baliho ini muncul tepat di hari yang sama ketika Wakil Bupati Tapanuli Utara, Deni Lumbantoruan memimpin Apel Gabungan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di Halaman Kantor Bupati Taput.

Dalam apel tersebut, Wakil Bupati menekankan pentingnya disiplin, menjaga nama baik sebagai abdi negara, serta mengajak seluruh jajaran untuk menyukseskan Paskah Raya yang akan digelar di Kawasan Salib Kasih, Kecamatan Siatasbarita.

Pesan moral yang disampaikan dalam apel justru terasa kontras dengan kondisi nyata di lapangan di mana salah satu kantor dinas di bawah naungan pemerintah daerah itu sendiri masih menampilkan atribut yang sudah jauh melampaui masa relevansinya.

S br Siburian, ibu rumah tangga asal Tarutung, menyikapi hal ini dengan lebih hati-hati, namun tetap berharap ada respons resmi dari pihak terkait.

"Mungkin lupa, mungkin ada kendala teknis atau anggaran. Tapi masyarakat yang melihat setiap hari tentu bertanya-tanya. Semoga Dinas Pendidikan atau Humas Pemkab bisa memberikan penjelasan dan balihonya segera diturunkan sebelum Paskah," harapnya.

Perayaan Paskah Raya Kabupaten Taput sendiri dijadwalkan berlangsung pada 3 hingga 5 April 2026 di Kawasan Salib Kasih, Kecamatan Siatasbarita salah satu destinasi rohani paling ikonik di Tanah Batak (**)

Editor
: Wilfred Manullang
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Oknum Guru di SMAN 1 Pahae Jae Ditangkap Polres Taput
Bupati Taput Dukung UKW di Bonapasogit
Hingga September 2018, KPR untuk ASN dari Bank Mandiri Rp 700 M
Dua ASN dan Satu Honorer di Dinkes Taput Ditangkap Polisi saat Pesta Narkoba
Kejari Lubukpakam Dinas Pendidikan Gelar Gebyar Kreativitas Budaya untuk Anak SD dan SMP
Rijon Manalu Terpilih Sebagai Ketua DPC GAMKI Taput Periode 2018-2021
komentar
beritaTerbaru