Sibuhuan(harianSIB.com)
Di tengah kondisi rusak yang belum tertangani, pembangunan Jembatan Kanoko di Kecamatan Hutaraja Tinggi, Kabupaten Padang Lawas, justru baru direncanakan pada tahun 2028.
Informasi tersebut mencuat dari kegiatan audiensi Pemerintah Kabupaten Padang Lawas dengan Dinas Bina Marga, Bina Konstruksi, dan Cipta Karya (BMBKCK) Provinsi Sumatera Utara (Sumut), Kamis (23/4/2026).
Dalam pertemuan itu, Bupati Padang Lawas, Putra Mahkota Alam Hasibuan, didampingi PJ Sekda Panguhum Nasution, Plt Kadis PUTR Amirhan serta Plt Kabid Binamarga Sappar, menyampaikan sejumlah usulan pembangunan infrastruktur kepada Kadis BMBKCK, Chandra Dalimunthe dan Kabid Perencanaan, Harry Rijal Hasibuan di Kantor Dinas BMBKCK Provinsi Sumatera Utara, Medan.
Salah satu usulan yang disampaikan adalah rencana pembangunan Jembatan Kanoko pada ruas jalan Aliaga - Muara Tige menuju batas Provinsi Riau yang dijadwalkan pada tahun anggaran 2028.
Baca Juga:
Selain itu, pemerintah daerah juga mengusulkan percepatan penanganan delapan ruas jalan provinsi pada tahun anggaran 2027, pemeliharaan berkala jalan pada 2026, hingga pembangunan ruas jalan Sihaporas - Sibuhuan sepanjang 2,7 kilometer.
Rencana pembangunan Jembatan Kanoko pada 2028 tersebut menjadi sorotan, mengingat kondisi jembatan saat ini telah mengalami kerusakan dan hanya ditangani secara darurat. Bagian lantai jembatan terlihat rusak dan bahkan ditopang batang kelapa untuk menopang kendaraan yang melintas.
Kondisi tersebut dinilai belum mampu menjamin keselamatan pengguna jalan. Seorang kepala sekolah perempuan di Kecamatan Sosa Timur mengaku mengalami kerugian saat melintasi jembatan tersebut.
"Ban mobil saya sudah sobek kena plat jembatan," ujarnya kepada wartawan harianSIB.com, baru-baru ini.
Selain persoalan Jembatan Kanoko dan Jalan Pangkalan Sosa, kondisi serupa juga terlihat di ruas jalan penghubung Sibuhuan - Meranti, Kecamatan Hutaraja Tinggi hingga batas Kabupaten Rokan Hulu.
Berdasarkan amatan harianSIB.com, terdapat lebih dari 10 titik kerusakan di jalur tersebut dengan kondisi yang dinilai sangat mengkhawatirkan bagi pengendara.
"Banyak lubang di sisi kanan maupun kiri jalan, ada juga yang amblas cukup dalam. Kalau melintas, rasanya seperti punya sembilan nyawa," ujar seorang pengemudi yang melintas di jalur tersebut menuju perbatasan Kabupaten Rokan Hulu, Riau.
Menanggapi kondisi lebih dari 10 titik kerusakan di ruas jalan Sibuhuan - perbatasan Kabupaten Rokan Hulu, pihak teknis melalui Kasi Binamarga UPTD BMCK Gunung Tua menyebut penanganan masih menunggu ketersediaan anggaran.
"Sudah kami usulkan, tapi belum tertampung di 2026. Kami dorong agar bisa masuk 2027," ujar Tua Sagala Hasibuan melalui sambungan seluler Jumat (24/4/2026). (**)