Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 25 April 2026

Bocah di Tapteng Meninggal Usai Hanyut, Forensik Sebut Ada Lumpur di Hidung Korban

Rosianna Anugerah Hutabarat - Sabtu, 25 April 2026 13:07 WIB
291 view
Bocah di Tapteng Meninggal Usai Hanyut, Forensik Sebut Ada Lumpur di Hidung Korban
Foto: Dok/BPBD Tapteng
Bocah hanyut di sungai Aek Tolang ditemukan tewas dibawa ke RSUD Pandan, Jumat (24/4/2026).

Tapteng(harianSIB.com)

Seorang bocah dilaporkan hanyut di sungai Aek Tolang, Kecamatan Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah, Jumat (24/4/2026) malam.

Informasi yang dihimpun dari Pelaksana tugas (Plt) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tapteng Ardiansyah Harahap menyebutkan, timnya mendapat laporan warga adanya seorang bocah yang hanyut.

Tim BPBD bersama Basarnas Pos Sibolga, TNI-Polri dan masyarakat berhasil mengevakuasi seorang bocah yang hanyut di lokasi yang di Sungai Aek Tolang sekira pukul 22.00 WIB.

Ia menjelaskan, kejadian bermula sekitar pukul 15.00 WIB, saat 13 orang anak mandi di Sungai Aek Tolang, tepatnya di kawasan jembatan dekat Sekolah Swasta St. Fransiskus Pandan.

Baca Juga:

"Dari 13 anak tersebut, tiba-tiba dua orang terbawa arus sungai yang deras. Satu orang berhasil selamat, sementara satu lainnya hilang dan diduga tenggelam," ujar Ardi, Sabtu (25/4/2026) pagi.

Mendapat laporan tersebut, tim BPBD Tapteng langsung turun ke lokasi dengan mengerahkan Regu 1 dan Regu 2 bersama Kepala Bidang Darurat dan Logistik (Darlog) Erianto Tambunan.

Proses pencarian dilakukan dengan menyisir aliran sungai, dibantu Basarnas, TNI-Polri, serta warga setempat. Setelah beberapa jam pencarian, korban akhirnya ditemukan pada pukul 20.22 WIB.

"Korban atas nama Daniel Medianto Panjaitan (12), warga Jalan Prof. MR. Hazairin Gang Anugerah, ditemukan tersangkut di batang pohon sawit dalam kondisi meninggal dunia," ungkapnya.

Selanjutnya, tim gabungan langsung mengevakuasi jenazah korban dan membawanya ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pandan.

Dokter Forensik RSUD Pandan dr. Okta Malau membenarkan bahwa setiba di rumah sakit korban dinyatakan sudah tidak bernyawa. Dan langsung dilakukan visum luar untuk mengetahui penyebab pasti kematiannya.

Baca Juga:

Dia mengatakan, dari hasil pemeriksaan tidak ditemukan menunjukkan tanda-tanda kekerasan yang mengarah ke tindakan krimininal.

"Korban sudah di pemulasaraan jenazah RSUD Pandan. Jadi dia jenazahnya basah, ada sampah ranting, kulitnya mengeriput, lalu ada lumpur di lubang hidung gitu di lubang hidung itu kan kita tahu itu jalan nafas ya," sebut dr. Okta ke harianSIB.com, Sabtu (25/4/2026) siang. (**)

Editor
: Donna Hutagalung
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Banjir Sumatera Dipicu Cuaca Ekstrem Melampaui Standar Mitigasi Nasional
Bidlabfor Polda Sumut Peringati HUT ke-72 Labfor Polri dengan Bakti Sosial dan Donor Darah
Terungkap Motif Anak Bunuh Ibu Kandung di Medan, Dipicu Sakit Hati dan Konflik Keluarga
FBI Tangkap Tersangka Penembunuhan Charlie Kirk dalam 33 Jam
Polres Labusel Tetapkan Abang Kandung dan Sepupu Sebagai Tersangka Kasus Bocah SMP Bunuh Diri
Polres Simalungun Tunggu Hasil Labfor Soal Penyebab Kematian Siswa SMP di Perdagangan
komentar
beritaTerbaru