Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 25 Juni 2026

Warga Seirampah Resah Bau Busuk dari Kolam Lele, Diduga Gunakan Bangkai Ayam sebagai Pakan

Muhammad Arif Hidayatullah - Sabtu, 02 Mei 2026 20:23 WIB
484 view
Warga Seirampah Resah Bau Busuk dari Kolam Lele, Diduga Gunakan Bangkai Ayam sebagai Pakan
Foto: harianSIB.com/M Arif H
Kolam ikan lele yang diduga menimbulkan bau tidak di sedap di Seirampah, Sabtu (2/1/2026).

Sergai(harianSIB.com)

Warga Dusun 7 Kampungpala, Desa Seirampah, Kecamatan Seirampah, Kabupaten Serdangbedagai (Sergai), mengeluhkan aroma busuk menyengat yang diduga berasal dari aktivitas usaha ternak ikan lele di wilayah tersebut.

Bau tak sedap itu disebut-sebut muncul akibat penggunaan bangkai ayam sebagai pakan ikan.

Kondisi ini tidak hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga berdampak pada aktivitas harian warga.

"Baunya sangat menyengat sampai masuk ke dalam rumah, bahkan ke kamar," ungkap seorang warga berinisial P (70), Sabtu (2/5/2026).

Baca Juga:
Menurutnya, warga sebelumnya telah mengingatkan penjaga kolam agar pakan bangkai ayam diolah terlebih dahulu, misalnya dengan cara direbus untuk mengurangi bau yang ditimbulkan.

Namun, keluhan tersebut hingga kini belum mendapat respons maksimal dari pihak pengelola.

Saat dikonfirmasi di lokasi, penjaga kolam yang disebut sebagai kerabat pemilik usaha enggan memberikan keterangan kepada wartawan. Ia bahkan sempat melontarkan pernyataan pengkondisian dan menyebut oknum dari berbagai instansi

"Ia bilang 'sudah di-86-kan semua', menyebut oknum polri, TNI, kepala desa dan kepala dusun," ujar sumber di lokasi.

Sementara itu, Kepala Dusun 7 Kampung Pala, Irwan, membenarkan adanya aktivitas pemberian pakan berupa bangkai ayam di kolam lele tersebut.

Ia menyebut, warga telah menyampaikan protes secara langsung kepada pihak pengelola.

"Kami bersama warga sudah datang ke lokasi dan meminta agar tidak lagi menggunakan bangkai ayam sebagai pakan, karena baunya sangat mengganggu hingga ke dalam rumah warga," jelas Irwan.

Ia menegaskan, warga tidak menolak keberadaan usaha ternak tersebut, namun meminta pengelola lebih memperhatikan dampak lingkungan dan kenyamanan masyarakat sekitar.

"Harapan kami, usaha tetap berjalan, tapi jangan sampai mencemari lingkungan dan mengganggu warga," pungkasnya.

Diketahui, persoalan ini sebelumnya juga sempat viral di media sosial dan memicu perhatian publik terkait praktik pemberian pakan yang dinilai tidak layak serta berpotensi mencemari lingkungan. (*)

Editor
: Donna Hutagalung
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Nekad Merampok, Dua Remaja di Seirampah Ditangkap Warga
JMKT Optimis Ruas Tol Seirampah-Tebingtinggi Bisa Digunakan Saat Natal
Warga Seirampah Mancing Ikan di Lokasi Banjir
Banjir Melanda Seirampah, Bayi 1,5 Tahun Tewas Terendam
Truk Pakan Ikan PT Aquafarm Dihadang Warga di Parapat
Nurdi Tewas Bersimbah Darah di Seirampah
komentar
beritaTerbaru