Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 28 Juni 2026

Anggota DPRD Soroti Tidak Digelarnya Paskah Oikumene di Tebingtinggi Dua Tahun Berturut-turut

Humala Siagian - Senin, 11 Mei 2026 14:59 WIB
1.485 view
Anggota DPRD Soroti Tidak Digelarnya Paskah Oikumene di Tebingtinggi Dua Tahun Berturut-turut
Foto ist
Ogamota Hulu

Tebingtinggi(harianSIB.com)

Anggota DPRD Kota Tebingtinggi, Ogamota Hulu, mempertanyakan alasan Pemerintah Kota Tebingtinggi tidak melaksanakan Perayaan Paskah Oikumene selama dua tahun berturut-turut, meski anggaran kegiatan disebut telah tersedia dalam APBD.

"Kepemimpinan almarhum Umar Zunaidi Hasibuan selama 10 tahun dan tiga tahun masa Penjabat Wali Kota, Paskah Oikumene selalu dirayakan. Namun di masa kepemimpinan Wali Kota Iman Irdian Saragih, sudah dua kali perayaan itu tidak digelar," ujar Ogamota kepada wartawan, Senin (11/5/2026).

Politisi yang juga Ketua DPC Partai Hanura itu mengaku heran karena anggaran untuk kegiatan Paskah Oikumene setiap tahun disebut tetap ditampung dalam APBD Kota Tebingtinggi.

Menurutnya, pada Tahun Anggaran 2026 terdapat alokasi sekitar Rp70 juta untuk kegiatan tersebut. Karena itu, ia mempertanyakan mengapa perayaan tetap tidak terlaksana.

Baca Juga:
"Biasanya kegiatan tidak terlaksana karena kendala anggaran. Tapi kali ini anggarannya ada, namun kegiatan tidak diselenggarakan. Ini tentu menimbulkan tanda tanya," katanya.

Ogamota menegaskan, Paskah bagi umat Kristiani merupakan perayaan sakral dan sangat penting karena memperingati kebangkitan Yesus Kristus dari kematian.

"Bagi umat Kristen, Paskah bukan sekadar peristiwa keagamaan, tetapi simbol kemenangan atas kematian, dosa, dan kegagalan," ujarnya.

Mantan Ketua GAMKI itu juga mempertanyakan keseriusan Pemko Tebingtinggi dalam mendukung pelaksanaan hari besar keagamaan, terlebih ketika anggarannya telah disediakan.

Ia mengaku prihatin dengan informasi yang diterimanya terkait dugaan rencana pengalihan dana Paskah Oikumene kepada organisasi kemasyarakatan.

"Kalau benar dana Paskah Oikumene dialihkan untuk organisasi kemasyarakatan, tentu ini sangat melukai hati umat Kristen di Tebingtinggi. Dana itu diperuntukkan bagi pelaksanaan Paskah Oikumene masyarakat Tebingtinggi," katanya.

Menurut Ogamota, apabila pengalihan anggaran tersebut benar terjadi, maka hal itu dinilai berpotensi menyalahi tata kelola keuangan daerah.

Sementara itu, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Kota Tebingtinggi, Azanul Aqbar Lubis, saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp menjelaskan bahwa Pemerintah Kota Tebingtinggi telah menganggarkan kegiatan Perayaan Hari Besar Paskah Tahun 2026 sebagai bentuk dukungan terhadap kegiatan keagamaan di daerah tersebut.

"Pemerintah Kota Tebingtinggi benar telah menganggarkan kegiatan Perayaan Hari Besar Paskah Tahun 2026 sebagai wujud keseriusan pemerintah mendukung setiap kegiatan keagamaan di Kota Tebingtinggi," ujarnya.

Azanul berharap pelaksanaan hari besar keagamaan dapat menjadi perekat kebersamaan dan keharmonisan masyarakat Kota Tebingtinggi.

Ia juga mengajak seluruh stakeholder untuk berpartisipasi aktif mendukung pelaksanaan kegiatan agar dapat berjalan dengan baik dan khidmat.

"Pemerintah Kota Tebingtinggi, dalam hal ini Bapak Wali Kota, sangat berharap kegiatan ini bisa sukses dilaksanakan," katanya. (*)

Editor
: Wilfred Manullang
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Pasar Inpres Tebingtinggi, 52 kios,116 stand masih kosong
Punguan Turnip Tebingtinggi Gelar "Bona Taon", Bangun Kebersamaan dan Tanam Kebaikan
Harga BBM Eceran di Tebingtinggi Rp 40.000/Liter, Ogamota Hulu : Harus Ada Penertiban
Ormas Gereja Tidak Dilibatkan Dalam Pembentukan Natal Oikumene Tebingtinggi
Bawaslu Tebingtinggi Gelar Penguatan Sinergitas Bersama Mitra Kerja
Anggota DPRD Kota Tebingtinggi Ogamota Hulu Reses Di Kelurahan Pinang Mancung
komentar
beritaTerbaru