Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 05 Juni 2026

Keluarga Laporkan Kematian Boi Simamora, Dugaan Luka Tusuk di Leher

Rosianna Anugerah Hutabarat - Jumat, 05 Juni 2026 12:00 WIB
264 view
Keluarga Laporkan Kematian Boi Simamora, Dugaan Luka Tusuk di Leher
Foto: harianSIB.com/Rosianna Anugerah Hutabarat
Boby Tampubolon didampingi Hasian Simamora saat diwawancarai wartawan, Jumat (5/6/2026).

Tapteng (harianSIB.com)

Keluarga almarhum Boi Simamora akhirnya membuat laporan ke polisi agar mengusut tuntas penyebab dan kronologi sesungguhnya di balik kematian warga Desa Sampang Maruhur, Kecamatan Sirandorung, Kabupaten Tapteng.

Boby Tampubolon merupakan tulang (paman) Boi Simamora menyampaikan, dirinya membuat laporan kepolisian (LP) ke Polsek Manduamas pada Senin (1/6), lantaran ditemukannya dugaan luka tusuk di bagian leher korban yang menimbulkan banyak tanda tanya di kalangan keluarga.

"Kejanggalannya seperti luka tusuk di leher, ada goresan di dahi sebelah kiri seperti putusnya tangan itu kalau saya lihat orang yang pernah mengalami dimakan buaya ya gak sebelah-sebelah, apa rebutan makannya kan gak logika," ucapnya kepada wartawan di kediaman Boi Simamora, Lingkungan III Sampang Maruhur, Kamis (4/6) sore.

Opung korban, Hasian Simamora mengaku menemukan jasad Boi Simamora di Sungai Saga Matua dalam keadaan mengenaskan.

Baca Juga:
Dikatakan, selain kedua tangan korban yang sudah hilang, terdapat luka berlubang di bagian belakang kepala dan luka robek di bagian paha atas.

"Saya sempat raba belakang kepala Boi saat memandikan jenazah korban," terangnya.

Hasian Simamora mengutarakan soal penandatanganan surat pernyataan tidak keberatan itu dilakukan secara tergesa-gesa.

"Sebenarnya bapak almarhum menolak tapi dia harus tandatangani, termasuk di atas mayatlah surat itu ditandatangani," terangnya.

"Termasuk tergesa-gesalah karena kami minta untuk besoknya setelah penguburan gak bisa katanya," lanjut Hasian.

Boby Tampubolon menimpali, tujuan dari dilaporkannya kasus kematian Boi agar keluarga mendapat kejelasan melalui hasil autopsi dengan digelarnya ekshumasi korban oleh dokter Forensik dan Polres Tapanuli Tengah, Kamis (4/6) siang.

"Saya sangat mendukung proses autopsi ini. Dan Polsek Manduamas juga gerak cepat menanggapi laporan ini dan kami berharap penuh kasus ini diusut tuntas," pungkasnya.

Sebelumnya, Boi Simamora (20) anak dari Saudara Lamsehat Simamora seorang buruh serabutan, Ibu Felisiana Tampubolon seorang petani, dikabarkan meninggal dunia diduga akibat diterkam seekor buaya, Kamis (28/5) dini hari.

Korban dilaporkan hilang dan diduga kuat meninggal dunia akibat serangan binatang buas buaya di Sungai Saga Matua, Sirandorung.

Kapolsek Manduamas AKP Maruli Tua Simanjorang mengonfirmasi, jasad korban ditemukan, Kamis (28/5) lalu sekira pukul 01.30 WIB, setelah dilakukan upaya pencarian intensif oleh petugas kepolisian bersama warga sekitar.

Dijelaskan, berdasarkan hasil penyelidikan dan keterangan saksi, korban bersama beberapa rekannya diketahui sempat memasuki area perkebunan PT Nauli Sawit blok 41.A, Rabu (27/5), pukul 01.00 WIB.

Sekira pukul 02.00 WIB, petugas keamanan perusahaan yang sedang berpatroli memergoki adanya aktivitas di areal tersebut. Saat hendak diperiksa, beberapa orang di lokasi tersebut melarikan diri dengan melompat parit pembatas keluar dari lahan perkebunan.

Titik terang keberadaan korban mulai terungkap pada Kamis (28/5) pukul 11.00 WIB, ketika seorang petani yang berada di seberang sungai melihat seekor buaya melintas membawa tubuh manusia.

Pencarian yang dipimpin Kanit Reskrim Polsek Manduamas IPDA Francyus Sinaga bersama warga sempat dihentikan pada tengah malam karena kendala jarak pandang, sebelum akhirnya jasad korban berhasil ditemukan dan dievakuasi ke daratan pada pukul 01.30 WIB.

Kemudian, personel kepolisian bersama dokter Puskesmas Manduamas dr. Berry Sihotang segera mendatangi rumah duka untuk melakukan langkah penanganan.

"Dari hasil pemeriksaan luar, ditemukan sejumlah luka robek pada jasad korban yang konsisten dengan karakteristik serangan hewan buas buaya," jelas Kapolsek Manduamas dalam rilis yang diterima, Jumat (29/5) lalu. (**)

Editor
: Donna Hutagalung
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Suami Dipenjara, Istri Kawin Lagi Dilaporkan ke Polres Tapteng
Tim u201cKeluarga Djoss Bersinaru201d Kabupaten Tapanuli Tengah Terbentuk
Tim Supervisi Biro Ops Polda Sumut Tinjau Pos Pam Polres Tapteng
Pembalakan di Tapanuli Tengah, Dishut Sumut Turun Melakukan Cek Tunggul
Jalan Maraden Panggabean Berlobang-lobang, Masyarakat Minta Gubsu u201cPatenkanu201d Tapanuli Tengah
Personil Polres Tapteng Ramai-ramai Belanja di Pasar Terminal Pandan, Pedagang Tersenyum
komentar
beritaTerbaru