Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 13 Juni 2026

Kasad Resmikan Jembatan Modular Lubuk Ampolu Tapteng

Rosianna Anugerah Hutabarat - Senin, 08 Juni 2026 18:09 WIB
457 view
Kasad Resmikan Jembatan Modular Lubuk Ampolu Tapteng
Foto: harianSIB.com/Rosianna Anugerah Hutabarat
Kasad Jenderal TNI Maruli Simanjuntak mengecek kontruksi jembatan modular tipe 21 di Desa Lubuk Ampolu, Tapanuli Tengah, Senin (8/6/2026).

Tapteng(harianSIB.com)

Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, untuk kesekian kalinya mengunjungi Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng).

Sejumlah rangkaian kunjungan kerja (kunker) dilaksanakan, mulai dari peninjauan pipanisasi air bersih warga dan penanaman pohon kembali (reboisasi) di sekitar lokasi Biara San Damian di Jalan Zainul Basri Hutagalung, Aek Tolang, Kecamatan Pandan, Senin (8/6/2026).

Kedatangannya disambut hangat Bupati Tapteng Masinton Pasaribu, Pangdam I/Bukit Barisan Mayor Jenderal TNI Hendy Antariksa, Danrem 023 KS Kolonel Inf Iwan Budiarso, Dandim 0211 TT Letkol Inf Bayu Hanuranto Wicaksono, Uskup Keuskupan Mgr. Fransiskus Sinaga, para suster Biara San Damiano, unsur Forkopimda dan masyarakat.

Kemudian, Kasad beserta rombongan melanjutkan perjalanan ke Desa Lubuk Ampolu, Kecamatan Badiri, yang menjadi salah satu lokasi terdampak parah akibat bencana ekologis berulang di Tapanuli Tengah sejak November 2025 lalu.

Baca Juga:
Satu jembatan modular tipe 21 berhasil dibangun TNI AD untuk warga menggantikan akses yang terputus akibat gerusan air bah menghantam Desa Lubuk Ampolu.

Maruli mengatakan, kedatangannya untuk meninjau sejumlah pembangunan jembatan yang sudah dibangun Angkatan Darat, termasuk jembatan Modular di Desa Lubuk Ampolu.

Sejauh ini, katanya, TNI AD telah membangun 24 jembatan penghubung di Tapteng sebagai langkah pemulihan bencana.

"Saya melihat tentara sudah melaksanakan dengan baik dengan bekerja sama dengan masyarakat dan pemerintah daerah," ucapnya kepada wartawan saat doorstop.

Maruli juga menyampaikan, jembatan modular dipilih karena dinilai solusi paling tepat dan efektif untuk mengembalikan akses vital warga dalam waktu singkat, tanpa mengorbankan aspek keamanan dan kekuatan bangunan yang kokoh.

"Sebenarnya lebih baik jembatan permanen, tapi prosesnya akan butuh biaya lebih besar dan waktu yang lama," kata Maruli.

Harapannya, lanjutnya, jembatan ini akan sangat berguna untuk membangkitkan laju perekonomian masyarakat yang sempat mengalami mati suri akibat terputusnya akses.

"Kalau tidak ada jembatan, masyarakat bawa hasil bumi akan sulit. Anak-anak ke sekolah dan komunikasi antar desa akan lebih mudah," katanya.

Salah satu pelajar, Jeman Jaya Zai, mengungkapkan rasa syukurnya atas terbangunnya jembatan modular ini. Kini, warga tidak perlu lagi khawatir melintas di lokasi ini meskipun hujan deras dan debit air tinggi, mereka tetap dapat beraktivitas menggunakan jembatan ini.

"Terima kasih bapak TNI, kini saya tidak perlu khawatir terlambat untuk tiba di sekolah," ucapnya sumringah. (**)

Tags :

Editor
: Donna Hutagalung
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Kasahli Kasad AD Tutup TNI Manunggal Membangun Desa di Pematangsiantar
TNI AD Siap Bantu Polri Amankan Pilkada Serentak
TNI AD Merasa Dilecehkan di Acara, Stasiun TV Swasta Minta Maaf
Korem 023/KS Gelar Sidang Parade Seleksi Calon Tamtama PK TNI AD
Korps Zeni TNI AD Rayakan HUT ke-72
Merah Putih Memanggil, Film Kolosal yang Libatkan TNI AD-AL-AU dan Alutsista TNI Tercanggih
komentar
beritaTerbaru