Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 18 Juli 2026

Banjir Kembali Rendam Permukiman Warga Tukka

Rosianna Anugerah Hutabarat - Jumat, 17 Juli 2026 22:09 WIB
213 view
Banjir Kembali Rendam Permukiman Warga Tukka
Foto: BPBD Tapteng
Personel BPBD Tapanuli Tengah melakukan upaya penyelamatan warga terdampak banjir di wilayah Kecamatan Tukka, Jumat (17/7/2026).

Tapteng(harianSIB.com)

Banjir kembali merendam permukiman warga di Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah, Jumat (17/7/2026) sore. Meluapnya air akibat tingginya curah hujan di wilayah hulu menimbulkan keresahan karena air kembali masuk ke jalan lingkungan hingga rumah warga.

Air yang datang dengan cepat membuat warga berupaya menyelamatkan barang-barang dan menguras air yang mulai menggenangi teras maupun lantai rumah.

"Banjir lagi, padahal sudah ditanggul tetap jebol," ujar seorang warga, Dahrul Silitonga.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tapanuli Tengah, Erianto Tambunan, mengatakan debit air terus meningkat dan menggenangi sejumlah titik di wilayah Tukka.

Baca Juga:
"Hutanabolon aman. Laporan terbaru, air hanya naik namun tidak sampai ke rumah-rumah warga. Namun di Sipange, banjirnya memasuki rumah-rumah warga," katanya kepada harianSIB.com melalui sambungan telepon, Jumat (17/7/2026) sekitar pukul 20.30 WIB.

Menurut Erianto, personel BPBD Tapteng saat ini masih berada di lokasi untuk melakukan upaya penyelamatan warga, terutama kelompok rentan seperti lanjut usia dan anak-anak, di tengah kondisi banjir dengan ketinggian air yang bervariasi.

Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Disorot Dunia, China Pakai Jembatan Apung untuk Evakuasi Korban Banjir
Ali Wahab Hutapea, Korban Banjir Jadi Pengelola Martabe Cacao
Pemkab Tapteng Perpanjang Masa Transisi Pemulihan Pascabanjir dan Longsor
Pasca Banjir, 207 Hektare Sawah di Humbahas Segera Direhabilitasi
Hujan Deras, Sejumlah Kawasan di Medan Marelan Terendam Banjir
Anggota DPRD Medan Ingatkan Kemampuan Keuangan Pemko Ikut Talangi Proyek BRT Rp 1,9 Triliun
komentar
beritaTerbaru