Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 29 Juli 2026

PLN Cetak Wirausaha Baru, 15 Pemuda Labuhanbatu Ikuti Pelatihan Barista

Leo Bastari Bukit - Rabu, 29 Juli 2026 19:14 WIB
122 view
PLN Cetak Wirausaha Baru, 15 Pemuda Labuhanbatu Ikuti Pelatihan Barista
Foto Dok/PLN Sumut
SIMBOLIS: Simbolis penyerahan bantuan Mesin Kopi dari General Manager PLN UID Sumut Mundhakir Salman (4 dari kiri) kepada Dinas Ketenagakerjaan Labuhanbatu di Kantor PLN UP3 Rantauprapat, Rabu (22/7/2026).

Labuhanbatu(harianSIB.com)

PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sumatera Utara (UID Sumut) melalui Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Rantauprapat menggelar Program Pelatihan Kewirausahaan Barista Coffee bagi 15 pemuda dan pencari kerja di Kabupaten Labuhanbatu.

Program yang merupakan bagian dari Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN Peduli itu bertujuan mencetak wirausaha baru di sektor kopi sekaligus meningkatkan kompetensi masyarakat usia produktif.

Pelatihan diselenggarakan bekerja sama dengan Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Labuhanbatu. Secara simbolis, General Manager PLN UID Sumut Mundhakir Salman menyerahkan bantuan pelatihan beserta paket peralatan usaha barista kepada Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu di Kantor PLN UP3 Rantauprapat, Rabu (22/7/2026).

Sebanyak 15 peserta terpilih dari Kecamatan Rantau Utara dan Rantau Selatan menerima satu paket peralatan usaha yang terdiri atas mesin espresso, grinder kopi, seperangkat alat manual brew, serta timbangan digital. Selain itu, peserta memperoleh bahan praktik, sertifikat pelatihan, dan mengikuti pembelajaran intensif selama tiga hari.

Materi yang diberikan meliputi teknik manual brew, pengoperasian mesin espresso, milk steaming, latte art dasar, pelayanan pelanggan, hingga pengetahuan mengenai pemasaran digital, penyusunan harga pokok produksi, penentuan harga jual, serta strategi pengelolaan usaha kopi.

Mundhakir Salman mengatakan program pemberdayaan masyarakat harus mampu meningkatkan kapasitas dan kemandirian sehingga bantuan yang diberikan dapat berkembang menjadi kegiatan ekonomi yang produktif dan berkelanjutan.

"Pemberdayaan bukan sekadar menyerahkan bantuan, tetapi juga memberikan pengetahuan, keterampilan, dan sarana agar masyarakat memiliki keberanian untuk memulai usaha. Kami berharap para peserta dapat menjadikan kesempatan ini sebagai langkah awal untuk meningkatkan pendapatan dan pada waktunya menciptakan lapangan kerja baru," ujarnya.

Menurut Mundhakir, sektor kopi memiliki potensi ekonomi yang besar karena melibatkan berbagai mata rantai usaha, mulai dari petani, pengolah, distributor, hingga pelaku usaha kedai kopi. Karena itu, peningkatan kompetensi, inovasi produk, kualitas pelayanan, dan pemanfaatan teknologi digital menjadi faktor penting dalam mengembangkan usaha di bidang tersebut.

Ia juga menegaskan kolaborasi antara badan usaha, pemerintah daerah, komunitas, dan masyarakat menjadi kunci dalam menghadirkan program pemberdayaan yang tepat sasaran dan berkelanjutan.

Pelatihan tersebut turut dihadiri Manager PLN UP3 Rantauprapat Syaiful Hannan, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Labuhanbatu Sarimpunan Ritonga yang mewakili Bupati Labuhanbatu, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Ikramsyah Putra Nasution, Kepala Bappeda Nelson Muhammad Bangun, serta Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Labuhanbatu Zulkarnain Siregar.

Sarimpunan Ritonga mengapresiasi sinergi antara PLN dan Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu dalam meningkatkan keterampilan masyarakat sekaligus membuka peluang usaha baru.

"Kami mengapresiasi langkah nyata PLN dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Semoga kolaborasi antara PLN dan Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu dapat terus diperkuat sehingga semakin banyak manfaat yang dirasakan masyarakat," katanya.

Seluruh peserta penerima manfaat telah melalui proses seleksi dan menyatakan komitmen untuk membuka maupun mengembangkan usaha mandiri di bidang kopi. Selama pelatihan, mereka mendapat pendampingan teori dan praktik dari instruktur Komunitas Ikabinaenpabarista.

Melalui program ini, PLN UID Sumut berharap para peserta tidak hanya siap memasuki dunia kerja, tetapi juga mampu menciptakan lapangan kerja secara mandiri. Usaha yang dirintis diharapkan dapat memperkuat ekonomi kreatif serta mendorong pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kabupaten Labuhanbatu. (*)

Editor
: Wilfred Manullang
SHARE:
Tags
beritaTerkait
komentar
beritaTerbaru