Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 23 Oktober 2026

Pascabencana TPT Roboh, SMK Negeri Losida Taput Tuntaskan Revitalisasi Fisik 100 Persen

Anwar Lubis - Jumat, 04 September 2026 20:15 WIB
932 view
Pascabencana TPT Roboh, SMK Negeri Losida Taput Tuntaskan Revitalisasi Fisik 100 Persen
Foto Dok/TU SMA Negeri Losida
Kondisi terkini SMK Negeri Losida, Kecamatan Siatas Barita, Kabupaten Taput, setelah Program Revitalisasi Satuan Pendidikan tahun 2026 rampung dikerjakan hingga 100 persen, Jumat (4/9/2026)

Taput(harianSIB.com)

SMK Negeri Losida, Kecamatan Siatas Barita, Kabupaten Tapanuli Utara (Taput) telah menuntaskan pekerjaan fisik Program Revitalisasi Satuan Pendidikan tahun 2026 hingga 100 persen.

Program ini merupakan penanganan pasca bencana robohnya Tembok Penahan Tanah (TPT) di lingkungan sekolah akibat cuaca ekstrem yang terjadi pada 26 November 2025.

Hal itu disampaikan Kepala SMK Negeri Losida, Ir Edison Lumbantobing, saat dihubungi, Kamis (3/9/2026).

Edison menjelaskan, bencana cuaca ekstrem pada 26 November 2025 menyebabkan TPT di area sekolah roboh, sehingga mengancam kondisi bangunan dan lingkungan belajar siswa.

Baca Juga:
Atas kejadian tersebut, sekolah kemudian menerima Program Revitalisasi Satuan Pendidikan tahun 2026 dari Kementerian senilai Rp1.778.796.000 yang dialokasikan khusus untuk penanganan dampak bencana tersebut.

Program ini melengkapi Program Revitalisasi SMK Dana Nasional (DN) tahun 2025 yang lebih dulu diterima sekolah senilai Rp1.497.748.000.

Edison mengungkapkan, jadwal pelaksanaan program 2026 semula direncanakan berlangsung 6 April hingga 6 November 2026. Namun, pekerjaan fisik justru berhasil dirampungkan lebih cepat, yakni pada akhir Agustus 2026.

Menurut Edison, percepatan tersebut sengaja dilakukan untuk mengantisipasi potensi lonjakan harga bahan bangunan serta ancaman cuaca ekstrem yang bisa kembali terjadi dan menghambat proses pengerjaan di lapangan.

"Revitalisasi ini dijadwalkan mulai 6 April sampai dengan 6 November, tapi kami percepat penyelesaiannya hingga selesai akhir Agustus 2026. Ini kami lakukan untuk mengantisipasi lonjakan harga yang kemungkinan terjadi, juga mengantisipasi cuaca ekstrem, jadi pengerjaannya kami upayakan secepat mungkin," ujar Edison.

Edison menambahkan, pelaksanaan program 2026 tetap mengacu pada Petunjuk Pelaksanaan (Juklak) dan Petunjuk Teknis (Juknis) yang ditetapkan Kementerian, sama seperti program 2025.

Sekolah tidak menemukan kendala berarti dalam memahami dan menerapkan ketentuan tersebut karena petunjuk dari kementerian dinilai sangat jelas.

Sebelum pelaksanaan, sekolah mengikuti pra- Bimbingan Teknis (Bimtek) dan Bimtek yang diikuti kepala sekolah, perencana, dan pengawas.

Tahapan berlanjut dengan penyiapan dokumen administrasi seperti sertifikat tanah dan SK Panitia Pembangunan dan Pengadaan Sarana Prasarana (P2SP).

Kemudian, penyiapan dokumen fisik seperti Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan gambar teknik, survei harga bahan dan upah tukang, penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan kementerian, hingga pembukaan rekening bank untuk pencairan dana.

Paket pekerjaan revitalisasi 2026 meliputi, pembangunan kembali Tembok Penahan Tanah (TPT) yang roboh, pembangunan toilet, rehabilitasi empat ruang kelas, pagar beton, sumur dan tangki air, saluran kawasan atau parit, serta pedestrian berupa paving blok.

Sebagai perbandingan, program revitalisasi 2025 yang telah rampung 100 persen baik fisik maupun laporan dan telah diterima kementerian sesuai PKS, meliputi pembangunan Ruang Praktik Siswa (RPS) untuk kompetensi Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura (ATPH), rehabilitasi tiga ruang kelas, dan pembangunan laboratorium komputer.

Edison menyebut, sekolah wajib menyusun laporan mingguan dan bulanan, serta laporan progres pada capaian 0 persen, 50 persen, dan 100 persen yang diunggah melalui aplikasi Naravita SMK, dilengkapi foto dan video sesuai perkembangan pekerjaan di lapangan.

Koordinasi dengan Dinas Pendidikan dan pengawas sekolah berjalan melekat, sementara pendampingan program juga dilakukan oleh TNI yang bertindak sebagai fasilitator.

Kendala yang dihadapi selama pelaksanaan terutama fluktuasi harga bahan bangunan akibat kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang sempat mengganggu pasokan material. Kendala tersebut dapat diatasi berkat kerja sama tim yang solid.

Dalam kesempatan yang sama, Edison menyampaikan pesan khusus kepada masyarakat sekitar agar turut memanfaatkan fasilitas sekolah yang telah direvitalisasi.

Meski lanjutnya, fasilitas hasil revitalisasi kini setara dengan sekolah-sekolah di kota besar, jumlah siswa yang menikmati fasilitas tersebut saat ini tercatat baru puluhan orang.

"Bapak, Ibu, dan seluruh masyarakat yang saya hormati. Pemerintah telah selesai membangun dan merevitalisasi SMK kita dengan fasilitas belajar yang sangat luar biasa dan tidak kalah dengan sekolah di kota besar," ucapnya.

Namun katanya, gedung yang megah itu akan terasa sepi tanpa kehadiran putra-putri. Harapan terbesar adalah melihat masyarakat sekitar menjadi yang pertama menikmati dan memanfaatkan fasilitas ini.

Kondisi ini menjadi salah satu perhatian kepala sekolah agar ke depan lebih banyak putra-putri daerah yang menempuh pendidikan di SMK Negeri Losida guna memaksimalkan pemanfaatan sarana yang telah dibangun.

"Mari bersama-sama kita ajak anak-anak kita menuntut ilmu di sini. Kami berkomitmen penuh untuk mendidik mereka menjadi tenaga kerja terampil yang siap memajukan perekonomian daerah kita sendiri," ujar Edison.

Salah satu guru SMK Negeri Losida, Maytha Napitupulu, mengaku bersyukur atas terlaksananya program revitalisasi di sekolah tempatnya mengajar.

"Saya mengucapkan terima kasih karena adanya program revitalisasi untuk pembangunan sekolah kami, karena revitalisasi, ruang kelas kami sudah jauh lebih layak, jauh lebih bersih dan jauh lebih bagus," tambahnya.

Bahkan ia mengungkapkan, penerangan juga sudah sangat baik. Ini sangat berdampak positif bagi kegiatan proses belajar-mengajar kami bersama murid di dalam kelas.

"Murid-murid saya jadi belajarnya lebih semangat, lebih nyaman, bahkan lebih menyenangkan. Saya mengucap terima kasih kepada Bapak Menteri atas program revitalisasi yang telah diberikan kepada sekolah kami," terang Maytha.

Di bagian lain, Ketua Pelaksana Program Revitalisasi sekaligus Ketua Komite, Yusuf Lumbantobing, mengapresiasi kerja sama semua pihak dalam pelaksanaan program tersebut.

"Sebagai Ketua Pelaksana Program Revitalisasi sekaligus Ketua Komite SMK Negeri Losida, Siatas Barita, kami mengapresiasi kerja sama semua pihak, mulai dari kepala sekolah, panitia, hingga pendampingan dari TNI, sehingga program revitalisasi ini bisa berjalan lancar sesuai Juklak dan Juknis program revitalisasi ini," ujarnya.

Ia berharap, semoga hasil ini bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk kemajuan pendidikan anak-anak di SMK Negeri Losida, Siatas Barita.

Hal yang sama juga, Ketua OSIS SMK Negeri Losida, Mika Nainggolan siswa kelas 11 TKJ, mengaku senang dengan hasil revitalisasi yang dirasakan langsung dalam kegiatan belajar sehari-hari.

"Kami sangat senang dengan hasil revitalisasi yang dapat kami rasakan secara langsung dalam kegiatan belajar kami sehari-hari. Sekarang ruang kelas kami sudah jauh lebih bagus dan bersih," ucap Mika

Begitu juga sebutnya, kamar mandi kami sudah tersedia untuk putra dan putri. Ruang laboratorium komputer dan ruang praktik siswa untuk pertanian sudah lebih layak. Sehingga proses pembelajaran kami di sini sangat menyenangkan, nyaman dan aman. Terima kasih Pak Menteri," imbuh Mika.

Sejumlah siswa lain juga menyampaikan tanggapan serupa. Rezeki Lumbantobing siswa kelas 10 ATPH, mengaku senang dengan fasilitas ruang praktik pertanian yang kini lebih layak.

"Kami sangat senang dengan hasil revitalisasi yang dapat kami rasakan secara langsung dalam belajar sehari-hari. Sekarang ATPH sudah jauh lebih bagus dan bersih. Kami juga senang karena sudah ada ruang praktik siswa untuk anak pertanian yang lebih nyaman dan bersih. Terima kasih Pak, sudah memberikan kami kenyamanan," ujar Rezeki.

Sementara itu, Dion Panjaitan, siswa kelas 10 TKJ, menyoroti perbaikan pada laboratorium jurusannya.

"Sekarang lab TKJ kami sudah jauh lebih bersih. Kami juga senang karena sudah ada laboratorium komputer dan ruangan praktik kami yang lebih layak. Jadi belajar kami sudah jauh lebih baik. Terima kasih Pak Menteri," ujar Dion.

Radit Panjaitan, siswa kelas 10 TKJ, turut menyampaikan apresiasinya terhadap perbaikan fasilitas sanitasi sekolah.

"Sekarang kamar mandi kami sudah sangat bagus dan bersih. Kami juga sangat senang karena persediaan air sudah lebih banyak dan kamar mandi putra dan putri sudah terpisah. Terima kasih Pak Menteri," ujar Radit.

Edison berharap program revitalisasi satuan pendidikan dapat terus berkesinambungan ke depan, sejalan dengan komitmen agar tidak ada lagi sekolah dengan atap bocor, gedung kumuh dan kamar mandi yang tidak layak (**)

Editor
: Eva Rina Pelawi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Oknum Guru di SMAN 1 Pahae Jae Ditangkap Polres Taput
Bupati Taput Dukung UKW di Bonapasogit
Dua ASN dan Satu Honorer di Dinkes Taput Ditangkap Polisi saat Pesta Narkoba
Rijon Manalu Terpilih Sebagai Ketua DPC GAMKI Taput Periode 2018-2021
Trimedya Panjaitan: PDIP Harus Menang untuk Lebih Memajukan Taput
Trimedya Panjaitan Minta Polres Taput Menetapkan Pasal Berlapis kepada Tersangka
komentar
beritaTerbaru