Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 15 September 2026

Puluhan Siswa SMK Negeri 1 Merdeka di Karo Diduga Keracunan MBG

Theopilus Sinulaki - Selasa, 15 September 2026 20:16 WIB
121 view
Puluhan Siswa SMK Negeri 1 Merdeka di Karo Diduga Keracunan MBG
Foto: Dok/FB
Salah seorang siswi SMK Negeri 1 Merdeka, mendapat perawatan di RSU Amanda diduga keracunan usai menyantap MBG, Senin (14/9/2026).

Karo(harianSIB.com)

Belum tuntas penanganan kasus dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMA Negeri 1 Berastagi dan Yayasan Bersama di Berastagi yang terjadi 13 Agustus lalu, puluhan siswa SMK Negeri 1 Merdeka, Jalan Hotel/Jalan Pendidikan, Karo, mengalami sakit perut setelah menyantap menu MBG, Senin (14/9/2026) siang.

Para siswa yang mengalami keluhan kemudian dilarikan ke RS Amanda Berastagi untuk mendapatkan penanganan medis. Hingga saat ini puluhan siswa masih menjalani perawatan di rumah sakit tersebut.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah IV Provinsi Sumatera Utara, Zulkarnain Barus, yang dikonfirmasi melalui telephone selulernya, Selasa (15/9/2026), membenarkan adanya kejadian tersebut.

"Sesuai data-data yang kita koordinasikan dengan Dinkes Karo, ada 39 orang mendapat penanganan medis di RS Amanda, Berastagi," katanya.

Baca Juga:
Ia menjelaskan, pihaknya saat ini berkoordinasi dengan Dinkes Karo untuk memastikan murid mendapat penanganan medis.

"Untuk pembelajaran kita sampaikan ke sekolah agar anak kita diperhatikan dan akan dibantu secara baik. Kita berharap anak anak kita bisa cepat sembuh, kita doakan bersama dan kita dukung dengan memberi semangat," katanya. (*)

Editor
: Donna Hutagalung
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Puluhan Siswa MTsN 2 Kisaran Diduga Keracunan Usai Menyantap MBG
Kasus Keracunan MBG di Karo Naik Penyidikan, Kejari Terima SPDP Polisi
Delpin Barus Desak Kasus Keracunan MBG Berastagi Dituntaskan
Polres Karo Sidik Kasus Dugaan Keracunan MBG di Berastagi
87 Siswa di Taiwan Keracunan MBG, Pengelola Didenda Rp 109 M
Dua Siswi Korban Dugaan Keracunan MBG di Karo Dirujuk ke Jakarta
komentar
beritaTerbaru