Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 26 September 2026

Hasil Kajian Komnas KIPI: Kematian Balita di Payalombang Sergai Tidak Terkait Vaksin MR

Muhammad Arif Hidayatullah - Sabtu, 26 September 2026 19:55 WIB
161 view
Hasil Kajian Komnas KIPI: Kematian Balita di Payalombang Sergai Tidak Terkait Vaksin MR
Foto: harianSIB.com / M Arif H
SAMPAIKAN: Rombongan Dinas Kesehatan Sergai didampingi Forkopimcam menyampaikan hasil kajian Komnas KIPI kepada orang tua balita di Dusun II Desa Payalombang, Sabtu (26/9/2026).

Sergai(harianSIB.com)

Dinas Kesehatan Kabupaten Serdangbedagai (Sergai) menyampaikan hasil kajian Komisi Nasional Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (Komnas KIPI) terkait meninggalnya balita berinisial MRP di Desa Payalombang, Kecamatan Tebingtinggi.

Berdasarkan kajian KIPI tersebut, tidak ditemukan hubungan antara pemberian vaksin campak-rubella (MR) dengan kematian balita tersebut.

Hal itu disampaikan Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Sergai dr Novrizal Lubis MKes didampingi Sekteraris Dinas Yani Aisyah Nasution SKep Ns MKM, saat mengunjungi kediaman orang tua balita di Dusun II, Desa Payalombang, Sabtu (26/9/2026).

dr Novrizal mengatakan, investigasi dilakukan bersama Komda KIPI Sumatera Utara, Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara, pihak rumah sakit, Puskesmas Payalombang dan vaksinator setelah muncul informasi yang mengaitkan kematian balita dengan imunisasi MR.

Baca Juga:
"Kami langsung bertindak cepat. Kami mendatangkan tim ahli dari Komda KIPI Provinsi beserta Dinas Kesehatan Provinsi untuk mendalami kejadian ini," ujarnya.

Tim kemudian menelusuri kondisi keluarga serta meminta keterangan dari Puskesmas Payalombang, vaksinator dan rumah sakit tempat balita sempat mendapatkan penanganan medis.

Menurutnya, hasil investigasi tersebut dibahas dalam pertemuan daring pada Jumat (18/9/2026) yang melibatkan Ketua dan Anggota Komnas KIPI, Direktur Imunisasi Kementerian Kesehatan, Direktorat Pengawasan Keamanan, Mutu dan Efikasi Obat dan Makanan (BPOM), Komda KIPI Sumatera Utara, Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara, Dinas Kesehatan Sergai, pihak rumah sakit, Puskesmas Payalombang serta perwakilan WHO Indonesia.

Ia menjelaskan, balita tersebut mengalami profuse diare disertai muntah dan diare, kemudian mengalami demam dan kejang.

Bersadasarkan hasil kajian, kejang berkaitan dengan kekurangan elektrolit akibat muntah dan diare. Sedangkan demam berkaitan dengan kondisi dehidrasi atau kekurangan cairan.

"Kesimpulannya tidak ada kaitannya pemberian vaksin dengan kejadian ini. Gejalanya muncul terlalu cepat dan tidak sesuai dengan perkembangan KIPI yang umumnya dialami setelah imunisasi MR," jelasnya.

Ia menyebutkan, berdasarkan keterangan ahli, demam sebagai salah satu reaksi setelah imunisasi MR umumnya muncul pada hari kelima hingga ketujuh setelah vaksinasi.

Sementara pada kasus tersebut, muntah dan diare muncul hanya dalam hitungan jam setelah imunisasi, kemudian berkembang menjadi demam dan kejang.

Ia menegaskan, investigasi dilakukan secara menyeluruh untuk memastikan penyebab kejadian berdasarkan kajian medis serta keterangan dari lembaga yang berwenang.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Payalombang, Krisnawati Situmorang STr Keb MKM, mengimbau masyarakat tidak mudah mempercayai informasi yang belum terbukti kebenarannya terkait imunisasi.

Ia meminta para orang tua tetap membawa anak ke posyandu untuk mendapatkan imunisasi sesuai jadwal.

"Jangan terpengaruh atau terprovokasi dengan berita-berita hoaks yang beredar. Kami dari pihak Puskesmas tetap berpegangan kepada hasil Komnas KIPI, yaitu tidak ada hubungan dengan vaksin," ujarnya.

Menurut Krisnawati, imunisasi merupakan bagian penting dalam mencegah berbagai penyakit menular dan mengantisipasi potensi wabah di kemudian hari.

"Bagi masyarakat yang mempunyai balita, jangan terpengaruh. Tetap membawa anaknya ke posyandu, karena jika tidak divaksin, efeknya ke depan bisa lebih besar. Imunisasi untuk mencegah supaya tidak terjadi wabah penyakit," katanya.

Terkait hasil pemeriksaan dan resume medis, pihaknya menyebut dokumen tersebut akan disampaikan kepada keluarga.

"Untuk hasil resume medis akan segera disampaikan kepada pihak keluarga," jelasnya.

Turut hadir, Sekcam Tebingtinggi Mulya hadi ,Kasi Trantib Roy Ginting, Bhabinkamtibmas Bripka Normansyah Polsek Tebingtinggi serta sejumlah pihak lainnya. (*)

Editor
: Wilfred Manullang
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Pemko Tanjungbalai Bantu Rizki Kaisar Balita Penderita Cairan di Kepala
PKK Pakpak Bharat Gelar Lomba Bulan Balita
Rizki Kaisar Balita Penderita Hydrosephallus Butuh Uluran Dermawan di Tanjungbalai
KKP KNIA akan Periksa Keaslian Sertifikat Vaksin Jemaah Umroh
Alasan Vaksin Tidak Tersedia, Dokter Jaga RS St Elisabeth Tolak Pasien Kena Gigit Anjing
Polisi Telusuri Ortu Anjal yang Diduga Bekap Balita hingga Tewas
komentar
beritaTerbaru