Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 12 Oktober 2026

HKBP Peringati 165 Tahun Perjalanan dari Sipirok dan Pahae hingga Penjuru Dunia

Anwar Lubis - Sabtu, 10 Oktober 2026 20:20 WIB
782 view
HKBP Peringati 165 Tahun Perjalanan dari Sipirok dan Pahae hingga Penjuru Dunia
Foto Dok/Tangkapan Layar
Tangkapan layar video sejarah 165 tahun HKBP yang dibagikan di akun Facebook Sekjen HKBP, Sabtu (10/10/2026).

Dari Silindung, pelayanan berkembang dengan pendekatan yang semakin dekat dengan kehidupan masyarakat. Gereja tidak berdiri sendiri. Di sekitarnya tumbuh sekolah, tempat tinggal pelayan, layanan kesehatan dan kehidupan bersama. Pola pelayanan ini kemudian dikenal sebagai pargodungan.

Perubahan terpenting pun terjadi ketika orang Batak sendiri mulai menjadi guru, penginjil dan kemudian pendeta, sehingga pelayanan tidak lagi hanya datang dari luar. Pada 1885, generasi pertama pendeta Batak ditahbiskan.

Dari Silindung, pelayanan bergerak ke Humbang dan Toba, menyeberang ke Samosir, lalu menjangkau Simalungun, Dairi, Angkola, dan berbagai daerah lain. Orang Batak tidak hanya membangun jemaatnya sendiri, tetapi juga mulai mengutus penginjil ke wilayah lain.

Pada awal abad ke-20, rumah sakit dan pusat kesehatan berkembang. Dokter, suster, perawat dan bidan hadir di tengah masyarakat. Pelayanan kepada orang sakit, penderita kusta dan penyandang disabilitas memperluas pemahaman tentang panggilan gereja, yakni hadir bagi manusia secara utuh.

Perempuan juga mengambil ruang yang semakin besar, sebagai guru, penginjil, perawat, bibelvrouw, diakones dan akhirnya pendeta. Ketika Nommensen meninggal pada 1918, gereja telah memiliki ratusan jemaat dan jaringan pelayan lokal yang semakin kuat.

Pada 1940, HKBP memasuki babak kemandirian. Pdt Kasianus Sirait terpilih sebagai ephorus pertama dari kalangan Batak. Setelah Indonesia merdeka, pelayanan terus berkembang, mencakup pendidikan tinggi, rumah sakit, diakonia, penginjilan dan jaringan jemaat yang mengikuti masyarakat Batak ke berbagai penjuru Indonesia.

Editor
: Wilfred Manullang
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Ketua Umum KMDT Dukung Keputusan Sinode Godang, Diharapkan Pelayanan HKBP Semakin Dirasakan Masyarakat
Ephorus HKBP Sampaikan Pesan Sinode Godang ke-68 HKBP
Sinode Godang ke-68 HKBP Berakhir, Ephorus Harapkan Hasil Dilaksanakan Seluruh Pelayan Gereja
Rayakan HUT ke-165, HKBP Siapkan Ibadah Raya di Gelora Bung Karno
Refleksi 165 Tahun HKBP : Panggilan Transformasi Gereja Dan Ketaatan Kepada Allah di Tengah Perubahan Zaman
Satreskrim Tapteng Bekuk Pelaku Pembobolan Sekolah Swasta HKBP Poriaha
komentar
beritaTerbaru