Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 14 Juni 2026

Disporabudpar Tebingtinggi Tampilkan Tari Kedaerahan dan Teater ‘Bandar Sakti” di PRSU Ke - 44

- Rabu, 25 Maret 2015 11:24 WIB
898 view
Disporabudpar Tebingtinggi Tampilkan Tari Kedaerahan dan Teater ‘Bandar Sakti”  di PRSU Ke - 44
H Azhar Efendi Lubis SE
Tebingtinggi (SIB)- Untuk memromosikan Kebudayaan Kota Tebingtinggi  Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Disporabudpar) akan menampilkan tari kedaerahan dari multi etnis masyarakat  Tebingtinggi. Selain itu akan mementaskan Teater Bandar Sakti  pada  Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) ke- 44 di Medan.

“Sesuai himbauan Wakil Gubernur Sumut Ir H Tengku Erry Nuradi MSi saat acara pembukaan PRSU, Jumat (20/3) agar memanfaatkan PRSU sebagai ajang promosi berbagai potensi daerah. Disporabudpar Tebingtinggi akan mementaskan  tari kedaerahan dari multi etnis masyarakat Tebingtinggi. Selain itu kita ingin mementaskan Teater Bandar Sakti,” jelas Kadisporabudpar H Azhar Efendi Lubis SE saat ditemui SIB di ruang kerjanya, Senin (23/3).

Kadisporabudpar yang didampingi Sekretarisnya Zahidin SPd MPd dan Kabid Budaya dan Pariwisata Kartini SPd mengatakan, budaya warisan leluhur Indonesia kini dirasa semakin hari semakin terlupakan. Terlebih semakin majunya teknologi juga membuat bangsa Indonesia semakin melupakan tradisi yang ada.

Menurut Kadis, agar kebudayaan tidak tergerus oleh kemajuan jaman dan teknologi, pihaknya akan terus melakukan pegelaran acara pentas seni kebudayaan dari berbagai multi etnis masyarakat Tebingtinggi. “Setiap tahun di Lapangan Merdeka, pegelaran acara pentas seni kebudayaan dari multi etnis akan kita lakukan, tujuannya untuk melestarikan  dan memperkenalkan kebudayaan yang dimiliki masyarakat Tebingtinggi kepada generasi muda,” sebut Azhar.

Namun untuk acara PRSU nanti, Disporabudpar melalui Kabid Budaya dan Pariwisata mengatakan bahwa dalam acara pembukaan PRSU, Minggu (29/3) nanti, Tebingtinggi mempersembahkan tari Zapin Asmara, tarian ini merupakan khazanah tarian rumpun melayu yang mendapat pengaruh dari Arab bersifat edukatif sekaligus menghibur.

“Sebelum tahun 1960, Zapin hanya ditarikan oleh penari laki-laki, namun kini sudah bisa ditarikan oleh penari campuran laki-laki dan perempuan dengan menampilkan mimik wajah yang riang melambangkan keceriaan dalam pergaulan di masyarakat,” terang Kartini.

Selesai tarian Zapin Asmara, tim teater binaan Disporabudpar juga mementaskan  Teater  Bandar Sakti. Dipilihnya judul selain berhubungan dengan sejarah,  Pasar Bandar Sakti yang  sekarang menjadi salah satu sentral pusat perekonomian diharapkan dapat megangkat perekonomian masyarakat menuju Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) yang akan diberlakukan pada akhir 2015.

Ada juga tari,  Endeng-Endeng,  tarian ini merupakan perpaduan antara Seni Berdah dari etnis Melayu dengan Tor-tor Onang-onang dari Tapanuli Selatan. Tari Endeng-endeng berfungsi sebagai tari hiburan dan sebagai sarana untuk mengungkapkan kegembiraan dalam pergaulan.

Selanjutnya Lagu O Mariam Tomong dari Tapanuli Utara yang dilanjutkan dengan tari si gale-gale arti tarian lemah gemulai ialah, ini  tarian asal Sumatera Utara yang sangat dibanggakan oleh masyarakat Batak Toba. Sigale-gale adalah tarian yang diperagakan oleh patung terbuat dari kayu menyerupai manusia.

Mengenakan Ulos, Sigale-gale, bisa dikatakan adalah kesenian "wayang" orang Batak sejak ratusan tahun silam, jelas Kartini.

Di acara penutup Kota Tebingtinggi juga akan mempersembahkan tari cikalapongpong. Kepala Dinas Disporabudpar menyampaikan persiapan Kota Tebingtinggi mementaskan tarian kebudayaan dan teater di Open Stage Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU)   ke-44 pada acara pegelaran seni sejenak di Kota Tebingtinggi sudah mencapai 80 persen.

“Harapan saya, pementasan teater dan tari kebudayaan ini bisa mengangkat kebudayaan dan pariwisata Tebingtinggi semakin maju ke depan,” sebut Azhar Efendi Lubis. (C17/q)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru