Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 24 April 2026

Kemacetan Arus Lalu Lintas di Jalan Sutomo dan Jalan Merdeka Pematangsiantar Belum Teratasi

- Rabu, 22 Juli 2015 19:13 WIB
362 view
Kemacetan Arus Lalu Lintas di Jalan Sutomo dan Jalan Merdeka Pematangsiantar Belum Teratasi
Pematangsiantar (SIB)- Parkir kendaraan roda empat berlapis di kawasan pusat perbelanjaan berdampak arus lalu lintas di Jalan Sutomo dan Jalan Merdeka Pematangsiantar kerap macet dan belum teratasi. Kondisi ini nyaris terjadi setiap hari apalagi setelah Lebaran sebagaimana dipantau wartawan SIB, Selasa (21/7) siang.

Kemacetan arus lalu lintas rawan di perempatan Jalan Sutomo-Jalan Imam Bonjol memanjang sampai ke perempatan Jalan Surabaya Kondisi serupa di perempatan Jalan Diponegoro-Jalan Merdeka memanjang sampai ke perempatan Jalan Pasar-Jalan Sutomo. Di titik rawan kemacetan arus lalu lintas dimaksud, terpantau tak ada berjaga petugas Dinas Perhubungan atau Polantas.

Anehnya, meski  kemacetan arus lalu lintas kerap “mendera” kedua ruas jalan protokol kota Adipura tersebut, terkesan belum terlihat solusi mengatasinya. Tak jelas apa problematika mengurai kepadatan segala jenis kendaraan melintasi kedua jalan protokol di inti kota tersebut. Mendesak  alur lalu lintas melintasi Jalan Surabaya dari Jalan Sutomo dan melintasi Jalan Bandung dari Jalan Merdeka dicarikan solusi.

Sepanjang monitoring wartawan SIB di lokasi kemacetan lalu lintas tercatat beram jalan protokol dimaksud (Jalan Sutomo dan Jalan Merdeka) disesaki parkir berlapis kendaraan roda empat dan enam, sehingga ruas jalan semakin sempit..Ditambah ulah sopir Angkot  sembarangan  mangkal menunggui calon penumpang.

Ir Roberto Iryanto pemerhati kota dimintai SIB komentarnya apa dan bagaimana kiat yang pas menata transportasi kota, disebutkan mesti dilandasi kesadaran tinggi pihak-pihak terkait. “Mesti terbias kesadaran tinggi pihak terkait,” kilah sarjana teknik penataan kota alumni ITS (Institut Teknologi Surabaya) itu.

Kenapa dituntut kesadaran tinggi kata Roberto melempar tanya, karena faktor psikologis dan paling krusial  ruas jalan tak sebanding pertambahan kendaraan. Dengan demikian  di hampir semua kota besar (metropolitan) dan kota sedang ( kosmopolitan) di nusantara ini, rawan kemacetan lalu lintas.

Jalan keluar paling sederhana mengeliminir atau mengurai kemacetan arus lalu lintas di beberapa sentra titik rawan,  adalah membangun ruas jalan lingkar luar suatu kota. Dan sangat urgen, sejatinya populasi kendaraan umum sebanding dengan pertumbuhan penduduk. “Itu teori ilmiahnya,”tutupnya. (C01/w)
 
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru