Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 26 Agustus 2026

Banyak Debu, Warga Langkat Protes

- Sabtu, 21 November 2015 23:34 WIB
291 view
Banyak Debu, Warga Langkat Protes
Brandan Barat (SIB)- Puluhan warga Lingkungan 1 Sepakat, Kelurahan Tangkahan Durian dan warga Dusun I Desa Lubuk Kasih, turun ke jalan memprotes banyaknya debu akibat penimbunan material tanah (galian C) jalur Kereta Api (KA) persisnya di Lingkungan 1 Sepakat, Kecamatan Brandan Barat Kab Langkat, Kamis (19/11).

Akibat aksi warga yang melakukan protes didominasi kaum ibu rumah tangga (IRT) dan anak-anak ini, belasan dump truck pengangkut galian C termasuk escavator sempat terhenti persisnya di antara Kelurahan Tangkahan Durian berbatasan dengan Desa Lubuk Kasih.

Sejumlah dump truck yang mau keluar atau yang akan membuang tanah timbun ke jalur KA terpaksa berhenti di Jalinsum akibat dihadang puluhan Ibu-ibu rumah tangga berikut anak-anak masing-masing memegang ranting pohon.

Menurut warga di TKP, mereka melakukan aksi protes karena pihak pemborong dinilai tidak konsisten dengan apa yang dijanjikan membersihkan onggokan tanah yang berserakan di jalan, yang setiap harinya menimbulkan debu tebal ketika musim kemarau dan jalan menjadi becek saat musim hujan.

Sejak kurang lebih satu bulan proyek penimbunan jalur KA ini berlangsung, cukup banyak warga mengalami batuk-batuk, sesak (ISPA) diduga akibat pengaruh debu berterbangan dari badan jalan. Di antara warga yang menderita yakni, Saskia (13), Pijoh (7) dan Fatanah (3). Ketika anak ini telah bolak balik berobat ke dokter, namun sampai saat ini mereka belum juga sembuh, sebut Hj Nila Kusumah (70) kepada SIB di lokasi proyek.

" Saya tidak mengada ada ada, sebentar aku panggil ibu dan ketiga anak yang sakit itu, dan sesaat kemudian, Ibu Hj Nila membawa anak-anak yang sakit itu ke kerumunan warga persis di dekat escavator yang dihentikan warga di lokasi proyek, ini dia anak yang sakit itu," sambung Ibu Nila kepada sejumlah wartawan diamini sang ibu.

" Protes akan terus kami lakukan hingga pihak pelaksana proyek memberi jaminan bahwa debu di badan jalan akan dibersihkan (disemprot dengan air) setiap hari, jika tidak maka protes akan kami berlanjut," sebut warga.

Selain warga menuntut pembersihan debu tanah di jalan, mereka juga menuntut pelaksana proyek agar memberi uang kompensasi Rp300 ribu per kepala keluarga (KK) khususnya bagi warga yang betempat tinggal dipinggir Jalinsum. "Pelaksana proyek harus berlaku adil dan jangan pilih kasih, sebab sebagian warga Desa Lubuk telah diberi uang kompensasi Rp300 per KK,” sambung warga mengaku bernama, Dian Fauziah.

Pantauan SIB di TKP, setelah beberapa jam warga melalukan aksi protes, satu unit mobil pick-up berisi air diturunkan untuk menyemprot debu tanah di jalan, namun selama ini debu di jalan disiram menggunakan becak sehingga hasilnya tidak maksimal, pungkas warga. Dan hingga pukul 17:00 WIB, puluhan warga masih berkumpul di kawasan lokasi proyek. (B04/y)






SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru