Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 25 Agustus 2026

Lembaga Adat Batak Dalihan Na Tolu Resmi Berdiri di Tapteng

- Selasa, 01 Desember 2015 19:42 WIB
921 view
Lembaga Adat Batak Dalihan Na Tolu Resmi Berdiri di Tapteng
SIB/Helman Tambunan
FOTO BERSAMA : Bupati Tapteng Sukran J Tanjung bersama Forpimda, Ketua DPRD Bachtiar Sibarani, anggota DPRD Patricius Rajagukguk dan para SKPD selaku pelindung dan dewan pakar, foto bersama dengan pengurus Lembaga Adat Batak Dalihan Na Tolu Tapanuli Tenga
Tapteng (SIB)- Lembaga Adat Batak Dalihan Na Tolu Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) resmi berdiri dengan dikukuhkannya pengurus oleh Bupati Tapteng, Sukran Jamilan Tanjung disaksikan Forum Pimpinan Daerah (Forpimda) di Gedung Olahraga (GOR) Pandan, Senin (30/11).

Pengukuhan lembaga beranggotakan sekira 142 orang itu mulai dari Dewan Penasehat hingga pengurus inti, yang terdiri dari 5 puak Batak dan mewakili 73 marga  yang ada di Tapteng, diiringi lagu "O Tano Batak", Gondang Sabangunan dengan Tari Cawan, Tari Tandok dan Sigale-gale.

Tampil sebagai anggota paduan suara, siswa SMA Swasta Fransiskus, sedangkan pendukung tortor atau tarian dibawakan SMAN 1 Tukka, SMAN 1 Andam Dewi dan SMAN 1 Matauli Pandan. Selain lagu "O Tano Batak", lagu-lagu yang ada dalam khasanah budaya Batak juga berkumandang, seperti nyanyian Siboru Tumbaga.

Ketua Umum Maruli Firman Lubis mengatakan Lembaga Adat Batak Dalihan Na Tolu dibentuk sebagai wadah komunikasi untuk menggali, memelihara, melestarikan dan mengembangkan kebudayaan Batak di wilayah Tapteng, termasuk di dalamnya adat istiadat dan kesenian Batak untuk tujuan pembangunan yang sifatnya konsultatif terhadap pemerintah.

Maruli berterimakasih kepada bupati yang memfasilitasi pembentukan Lembaga Adat Batak Dalihan Na Tolu melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan. "Sudah beberapa kali wadah ini direncanakan dibentuk sejak bupati periode sebelumnya, namun baru masa Sukran Tanjung bisa terealisasi. Kita berharap lembaga ini bisa menjadi Peraturan Daerah (Perda) serta mendapat dana hibah dari pemerintah," kata Firman.

Menanggapi harapan itu, Bupati Tapteng mengaku akan memerintahkan SKPD terkait untuk menyusun dan membahasnya. Selain Perda, jika dimungkinkan pemerintah daerah juga akan menghibahkan lahan untuk lokasi rumah adat Batak sekaligus bisa dimanfaatkan sebagai kantor lembaga. "Kita akan cari lahan yang pas untuk bangunan rumah adat Batak," kata Sukran, saat memberikan sambutan.

Bupati yang mengaku Pomparan Raja Borbor itu lebih lanjut mengatakan, Lembaga Adat Batak Dalihan Na Tolu merupakan pilar dari  kearifan lokal yang harus dipelihara dan dilestarikan untuk  mampu diperlihatkan kepada dunia di tengah persaingan global. "Adat istiadat yang bersendi religi merupakan pilar untuk mendorong tercapainya masyarakat yang sejahtera dan bermartabat," ungkapnya.

"Nenek saya boru Siambaton, saya keturunan Raja Borbor, saya Tanjung," sebut Sukran dengan ekspresi bangga. Di sela penyampaian pidato, dia juga menyumbangkan Rp10 juta untuk dana awal Lembaga Adat Batak Dalihan Natolu. (E05/f)


SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru