Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 25 Agustus 2026

Warga Desa Lubuk Kertang-Paluh Tabuan Harapkan Angkot Beroperasi Kembali

- Selasa, 01 Desember 2015 20:00 WIB
267 view
Warga Desa Lubuk Kertang-Paluh Tabuan Harapkan Angkot Beroperasi Kembali
Langkat (SIB)- Warga Desa Lubuk Kertang dan Paluh Tabuan sekitarnya berharap agar armada angkutan kota (Angkot) dari dan ke desa itu kembali beroperasi, baik untuk pelayanan angkutan umum maupun angkutan barang-barang hasil bumi ke pasar-pasar di kota.

"Selama ini sudah ada armada angkot yang beroperasi rutin dari dan ke desa ini, tapi kemudian berhenti karena volume penumpangnya berkurang, akibat banyak warga yang sudah pakai sepeda motor, termasuk anak-anak sekolah. Tapi bagaimanapun sarana angkot itu sangat dibutuhkan. Jadi, kalau bisa secepatnya angkot itu beroperasi kembali lagilah," ujar Dedi dan Akil, warga desa setempat, kepada SIB di Dusun Kelapa Anom, tak jauh dari Desa Lubuk Kertang, Minggu (28/11).

Terhentinya angkutan kota dari dan ke desa itu, ujar mereka, terjadi mulai tahun 2012 lalu dan kemudian stop total menjelang 2014.

Bagi warga lainnya, situasi terhentinya angkutan kota juga dijadikan peluang untuk menjadi operator ojek (RBT) yang mengangkut penumpang dari dan ke desa tersebut, terutama untuk tujuan Simpang Batu Seratus (100 kilometer dari-ke Medan), untuk mendapatkan angkutan bus menuju Medan atau kota Pangkalan Susu.

"Saat ini sudah terasa kembali kebutuhan angkutan kota sebagai transportasi umum. Walaupun sekarang ini sangat gampang memiliki sepeda motor baru dengan biaya panjar (DP) hanya Rp 800 ribu bahkan ada yang hanya Rp 500.000, tapi warga lain juga sangat butuh armada angkutan umum, termasuk petani yang akan mengangkut barang-barang hasil bumi atau hasil kerjanya sebagai nelayan," ujar Dedi dan Akil penuh harap.

Disaksikan beberapa perangkat desa setempat dan sejumlah pejabat dari beberapa instansi Pemrov Sumut serta Pemkab Langkat yang kebetulan bertugas dalam satu operasi pemulihan fungsi kawasan hutan (OPF-KH) di kawasan Desa Lubuk Kertang, menyebutkan tingkat ekonomi lokal di kawasan desa itu relatif meningkat belakangan ini.

Sehingga, tak hanya armada transportasi angkutan kota, warga desa di sekitar atau basis sumber minyak bumi di Pangkalan Susu itu juga butuh pembangunan pasar-pasar niaga lokal atau pusat belanja masyarakat yang bisa menampung dan menjajakan aneka hasil pertanian setempat seperti padi, jagung, ubi atau singkong, kelapa, arang dari batang bakau (mangrove) termasuk rencana pengolahan mangrove menjadi barang jadi bernilai ekonomi seperti batik mangrove dan sebagainya. (A04/q)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru