Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 25 Agustus 2026
Saluran Irigasi Jebol Dihantam Banjir

Ratusan Hektar Sawah di Karo Terancam Gagal Tanam

- Selasa, 01 Desember 2015 21:07 WIB
445 view
Ratusan Hektar Sawah di Karo Terancam Gagal Tanam
SIB/Theopilus Sinulaki
HANCUR: Pintu irigasi Panggung Baru Desa Perbulan kembali diterjang banjir, Minggu (29/11) setelah warga telah berupaya membuat tanggul irigasi darurat untuk mengejar waktu tanam awal Desember 2015 ini.
Tanah Karo (SIB)- Setelah pintu irigasi sawah “Panggung Baru” Desa Perbulan Kecamatan Lau Baleng, Karo jebol diterjang banjir, Selasa (20/10) lalu, irigasi darurat yang baru dibangun kembali hancur diterjang banjir, Minggu (29/11), sehingga ratusan hektar sawah terancam gagal tanam.

Informasi yang diterima SIB, Senin (30/11), menyebutkan hujan turun deras beberapa jam sejak pukul 15.20 WIB, sehingga terjadi banjir besar yang menerjang bendungan yang ditimbun petani dengan tanah menggunakan goni. Upaya tersebut dilakukan petani untuk mengejar musim tanam awal Desember 2015 ini.

Menurut beberapa warga, irigasi tersebut adalah saluran utama untuk penyuplai air ke beberapa hamparan sawah meliputi Panggung Baru, Sabah Lama, Pulokak, Lau Sema, dan Kuta Male yang luasnya mencapai ratusan hektar.

Plt Kepala Desa Perbulan, Siswanta Ginting kepada SIB, Senin (30/11) membenarkan bahwa pintu irigasi sawah Panggung Baru hancur diterjang air sungai Perbulan, disebabkan  curah hujan turun deras, Minggu (29/11).

Secara terpisah Wakil Ketua BPD Desa Perbulan Kalimat Tarigan mengatakan, bahwa saat ini seluruh lahan persawahan di Desa Perbulan sudah siap tanam. Namun akibat kejadian itu diperkirakan dalam tahap awal puluhan hektar sawah akan gagal tanam hingga mencapai ratusan hektar. 

Warga berharap agar Bupati Karo, Terkelin Brahmana bertindak cepat untuk meninjau dan melakukan perbaikan agar petani dapat mengusahai kembali sawahnya.

Meluap

Sementara itu sungai Lau Perbulan juga meluap hingga mengalir di ruas badan jalan ke Desa Mbal-mbal Petarum. Akibatnya sejumlah pengendara sepeda motor maupun mobil tidak bisa melintas akibat derasnya air yang membawa sampah dan balok kayu dari pegunungan.

Banjir juga menjebol saluran drainase jalan hingga arus air mengarah ke hamparan persawahan serta merusak lahan yang sudah siap ditaman. Kerusakan terjadi di persawahan J Nababan dan sekitarnya yang tampak tertimbun tanah, batu dan sampah.  

Dari pantauan SIB, areal pertanian Lau Rambong sejumlah lahan yang siap tanam terendam banjir, sehingga bibit tanaman padi yang masih berada di persemaian rusak, bahkan sebagian tertimbun lumpur. Banjir tersebut diperkirakan mencapai ratusan hektar dari  Lau Rambong Perbulan, Mbal-mbal Petarum hingga ke Payalahlah. (B02/y)


SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru