Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 02 April 2026

Proyek Pekerjaan Drainase di Jalan Jamin Ginting Dikeluhkan Warga

- Rabu, 21 September 2016 10:20 WIB
480 view
Proyek Pekerjaan Drainase di Jalan Jamin Ginting Dikeluhkan Warga
SIB/Desra Gurusinga
JEMBATAN: Akibat lamanya proyek pembuatan drainase di Simpang Kwala Jalan Jamin Ginting, warga berinisiatif membuat sendiri jembatan ke rumahnya.
Medan (SIB)- Proyek pekerjaan drainase di sepanjang Jalan Jamin Ginting antara Simpang Pos menuju Perumnas Simalingkar dikeluhkan warga sekitar. Sebab sudah tiga bulan berlangsung tapi belum juga kelar.

Pihak pelaksana pekerjaan atau kontraktor dinilai warga kurang peduli dengan lingkungan sekitar. Umumnya warga yang tinggal di sekitar pembuatan drainase (parit) membuka usaha, mulai dari toko, rumah makan dan lainnya. Akibatnya, mereka jadi kewalahan menjalankan usahanya, karena parit di depan rumah mereka lama sekali baru diperbaiki pemborong. Bahkan beberapa warga terpaksa memasang sendiri jembatan ke rumahnya dengan biaya sendiri.

Salah seorang warga, J Manurung kepada SIB, Senin (19/9) mengatakan, pekerjaan drainase tersebut sebenarnya disambut masyarakat dengan baik karena bisa mengurangi banjir yang kerap terjadi di beberapa tempat. Namun dalam pengerjaannya, masyarakat merasa pemborong kurang memerhatikan kebutuhan masyarakat.

Disebutkannya, parit yang sudah dikeruk dengan alat berat justru dibiarkan berlama-lama menganga sehingga warga terpaksa membuat jembatan darurat dengan kayu agar bisa melintas ke rumahnya. Ditambah lagi, warga yang berusaha di rumahnya jadi terganggu akibat lamanya pemasangan gorong-gorong dari beton yang dicetak.

Untuk mengantisipasinya, warga akhirnya berinisiatif memasang sendiri jembatan yang untuk lantainya dipesan readymix. Setelah beberapa waktu, barulah pemborong memasang gorong-gorong beton di dalam parit depan rumah mereka.

Anggota DPRD Medan, Bangkit Sitepu saat ditemui SIB di ruang kerjanya, Senin (19/9) menyatakan, penggalian drainase yang dilakukan di sepanjang Jalan Jamin Ginting dari Simpang Pos hingga ke Simpang Perumnas Simalingkar seharusnya memerhatikan kebutuhan masyarakat. Pihak pemborong yang mengerjakan parit jangan sampai mengganggu aktivitas warga apalagi umumnya warga membuka usaha di rumahnya.

Selain itu, akibat pekerjaan penggalian itu, jalan dari Simpang Pos menuju Perumnas Simalingkar sering macet. Kondisi itu juga sudah terlalu lama dan harusnya pemborong bekerja cepat agar semua tidak terganggu, ujarnya. Kalaupun ada warga yang terpaksa membuat jembatan karena lamanya pemasangan gorong-gorong beton, harusnya pemborong bertanggungjawab mengganti kerugian warga. (R20/q) 
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru