Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 17 Agustus 2026

Kepala BBPOM Medan Imbau Masyarakat Tidak Membeli Obat-obatan Secara Online

* Mutu dan Keamanan Tidak Bisa Dipertanggungjawabkan
- Jumat, 23 September 2016 10:59 WIB
272 view
Kepala BBPOM Medan Imbau Masyarakat Tidak Membeli Obat-obatan Secara Online
Medan (SIB)- Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) di Medan menyatakan,  produk obat-obatan yang dijual secara online sama sekali tidak bisa dipertanggungjawabkan. Hal itu ditegaskan Kepala BBPOM Medan, Ali Bata Harahap serta  mengimbau agar masyarakat jangan membeli ataupun menggunakan obat-obatan yang dipasarkan melalui dunia maya tersebut.

"Kita menyarankan masyarakat untuk tidak membeli obat-obatan secara online. Disini kita mengimbaunya," ungkapnya kepada wartawan, Kamis (22/9) di Medan.

Hal itu, jelas Ali, dikarenakan mutu, keamanan dan khasiat dari obat-obatan yang dijual secara online sama sekali tidak bisa dipertanggungjawabkan. Sehingga, bisa saja obat-obatan tersebut justru memiliki kandungan yang berbahaya bagi kesehatan tubuh.

"Kalau terjadi resiko bagaimana?. Apalagi kalau obat-obatan itu diposting dari luar negeri, gimana mau dikejar," tegasnya.

Meskipun begitu, Ali mengaku untuk obat-obatan secara online ini, 158 negara di dunia secara serentak sudah melakukan operasi untuk menindaklanjuti peredarannya. Operasi tersebut, kata dia disebut dengan operasi pangea.

Di Indonesia sendiri, sambung Ali, ada banyak situs atau blog yang menjual berbagai produk obat-obatan online tersebut. Jumlahnya  mencapai ratusan.

"Kalau ada ketemu, maka akan kita rekom ke Kominfo untuk memblokir website ataupun blognya. Kalau ada informasi dari masyarakat maka akan kita tangkap," tandasnya.

Sebagaimana yang diketahui, obat-obatan online khususnya obat kecantikan saat ini memang sangat banyak dipasarkan melalui dunia maya. Obat-obatan tersebut dipasarkan melalui media sosial seperti facebook, blackberry massengger ataupun blogspot.

Konsumennya sendiri memang tidak bisa dikatakan sedikit, terbukti dari semakin banyaknya pihak-pihak yang memasarkannya. Meskipun begitu, hingga kini belum ada ditemukan pihak yang mengaku menjadi korban akibat penggunaan obat-obatan online tersebut.

Senada, Ketua Gabungan Pengusaha (GP) Farmasi Sumut, Amin Wijaya mengungkapkan ada banyak kerugian yang bisa didapat akibat menggunakan obat-obatan online ini. Salah satunya pihak konsumen tidak bisa menuntut apabila ternyata obat yang dipakai justru menimbulkan penyakit.

Untuk itu, Amin mengaku mendukung BBPOM karena tidak merekomendasikan masyarakat untuk membeli obat-obatan secara online ini. Menurutnya, obat yang baik hanya di dapat dari jalur yang resmi.(A05/ r)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru