Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 02 April 2026

Dzulmi Eldin Anggap Persoalan Banjir di Medan Utara Akibat Fenomena Alam

- Senin, 26 September 2016 10:39 WIB
187 view
Dzulmi Eldin Anggap Persoalan Banjir di Medan Utara Akibat Fenomena Alam
Medan (SIB)- Persoalan banjir rob di Medan Utara disebabkan fenomena alam, yakni debit air laut naik. Dibuktikan, air laut saat dilihat dari dok Pelabuhan Belawan yang biasanya tiga meter jaraknya ke bawah, kini jaraknya hanya 1 meter. Hal itu disampaikan Wali Kota Medan Drs HT Dzulmi Eldin S MSi saat mengunjungi korban banjir, Kamis (22/9) di Kelurahan Sei Mati, Tangkahan dan Martubung, Medan Labuhan. Dalam kunjungan itu, diketahui banjir rob sudah melewati tanggul rob, akibatnya air yang masuk tak bisa keluar ke aliran yang ada, Selain itu, curah hujan juga tinggi beberapa hari terakhir ini di Medan dan banjir rob sudah berhari-hari.

Wali Kota mengatakan, banjir setinggi 20 centimeter hingga 1 meter menyebar di sejumlah ruas jalan di Kelurahan Sei Mati. Sedangkan di Martubung dan Tangkahan sudah mulai surut.

Di sela-sela kunjungannya ke Kelurahan Martubung, Eldin mengatakan dari survey dan pendataan yang dilakukan Dinas Bina Marga serta Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) Kota Medan, ada dua penyebab utama banjir rob bertahan lama di Medan Belawan dan terkhusus di Medan Labuhan.

Penyebab utamanya tanggul rob tak mampu menampung atau mencegah banjir rob, dibuktikan banjir rob sudah melewati tanggul yang ada. Bahkan, setelah masuk melewati tanggul, airnya tak bisa surut karena kembali terhalang tanggul.

"Sekarang, sebagai solusi singkatnya maka dikoreklah Parit Belanda, di Martubung dan Tangkahan. Supaya airnya bisa mengalir ke Sungai Pasangan dan air bisa surut lebih cepat," katanya.

Wali Kota yang didampingi Kepala Dinas Bina Marga Khairul Syahnan dan Kepala BPBD Medan Hanalore Simanjuntak mengatakan Dinas Bina Marga sedang bekerja mengorek parit agar genangan air bisa dialirkan, BPBD Kota Medan bersama Camat Medan Labuhan dan Belawan terus menyalurkan bantuan seperti makanan dan kebutuhan pokok lainnya. Hal ini sebagai bagian untuk memudahkan para warga yang menjadi korban banjir rob.

Di tempat yang sama, Khairul Syahnan menyebutkan, tim untuk pengorekan sudah bekerja untuk mengorek parit sepanjang ratusan meter. Pengorekan yang dilakukan, selain melebarkan juga mendalamkan parit yang ada.

Selanjutnya, Wali Kota Medan meninjau lokasi pengorekan parit sepanjang 2,5 Km di Marelan. Dinas Bina Marga Kota Medan mengorek Parit Kebon sepanjang 2,5 Km, dimulai dari Parit Silangan AMD hingga menuju Sungai Bederah. Parit yang dikorek sedalam 3 meter tersebut akan mampu menampung sekitar 50 ribu meter kubik air. (A07/y)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru