Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 12 Mei 2026
Saut Pardede Kembali Pimpin ASTTI Sumut

Pemberantasan Pungli Bisa Tingkatkan Pendapatan Tenaga Kerja Konstruksi

- Senin, 14 November 2016 10:55 WIB
378 view
Pemberantasan Pungli Bisa Tingkatkan Pendapatan Tenaga Kerja Konstruksi
SIB/Dok
Ketua Umum DPP ASTTI Dedi Adyaksa foto bersama Ir Saut Berman Pardede yang terpilih menjadi Ketua DPD Asosiasi Tenaga Teknik Indonesia (ASTTI) Sumut periode 2016-2021 dalam Musda III DPD ASTTI Sumut di Medan, Sabtu (12/11). Tampak juga Ir Murniati Pasarib
Medan (SIB)-  Pemberantasan pungutan liar (Pungli) di sektor jasa konstruksi diyakini dapat meningkatkan pendapatan tenaga kerja di bidang konstruksi, baik tenaga ahli maupun tenaga terampil.

Hal itu ditegaskan Ir Saut Berman Pardede usai terpilih secara aklamasi menjadi Ketua DPD Asosiasi Tenaga Teknik Indonesia (ASTTI) Sumatera Utara periode 2016-2021 dalam Musda III DPD ASTTI Sumut di Medan, Sabtu (12/11). Dalam Musda itu juga terpilih Murniati Pasaribu sebagai Wakil Ketua I dan Agus Suranto sebagai Wakil Ketua II, Sekretaris Umum Feri Eldi dan Bendahara Umum Lebora Siburian dengan Wakil Bendahara Rita Ayunda.

Pernyataan Saut Pardede itu menyikapi sikap tegas Presiden Joko Widodo yang menerbitkan aturan tentang pemberantasan yang terindikasi banyak memberatkan dunia usaha.

"Hal ini juga akan mendorong usaha konstruksi yang semakin cerah, karena akan mengurangi berbagai pengeluaran yang akan dapat mendukung peningkatan kualitas kerja dan mendukung peningkatan pendapatan tenaga kerja," kata Saut.

Dia lebih lanjut menjelaskan, kondisi para tenaga kerja konstruksi khususnya tenaga terampil saat ini dapat diilustrasikan bagaikan tertindih di bagian bawah dalam susunan batu. Dengan adanya Pungli yang menambah cost operasional perusahaan, katanya akan berdampak pada upah tenaga kerja yang semakin tertekan. Namun dia tidak membeberkan secara gamblang bentuk Pungli itu. Pada bagian lain, Saut menjelaskan kondisi yang dialami ASTTI selama ini.

Jumlah anggota ASTTI kini tinggal 800 orang. Padahal pada tahun 2014, anggota ASTTI pernah mencapai 3000 orang. Menurunnya jumlah anggota tersebut antara lain disebabkan menurunnya jumlah perusahaan konstruksi, baik secara nasional maupun di Sumut. Sehingga perusahaan-perusahaan kecil tidak lagi mengurus sertifikat untuk tenaga penanggungjawab teknis. Pertumbuhan asosiasi profesi yang cukup pesat dengan menawarkan pembuatan sertifikat yang dianggapnya ibarat barang jualan dan tidak sesuai mekanisme, menjadi penyebab berkurangnya jumlah anggota ASTTI itu.

Selain itu, perusahaan ditengarai banyak yang tidak mempekerjakan tenaga teknik yang bersertifikat. Hal ini sangat memprihatinkan karena membuat banyak tenaga teknik menganggur. Menurutnya, pemerintah seharusnya bisa membantu persoalan itu.

"Mereka harus diberdayakan sehingga mampu mendukung pertumbuhan ekonomi dengan berkontribusi menyumbang pendapatan pemerintah," kata Saut. Dia mencontohkan yang dilakukan pemerintah Malaysia yang melakukan pembinaan kepada tenaga kerja konstruksi untuk menata kompetensi mereka melalui pelatihan dan pembekalan.

Setelah itu pemerintah Malaysia menata usaha sektor konstruksi dimana para tenaga terampil akan mampu bekerja secara profesional dengan upah yang layak, sehingga kinerja mereka berguna untuk mendukung kemajuan perusahaan dan berkontribusi menunjang keberadaan asosiasi serta pendapatan negara," ucapnya. Saut Pardede pun berjanji, ke depan ASTTI akan menghimpun anggota baru, sehingga ASTTI lebih solid, berkualitas serta jumlah tenaga ahli dan terampil terus bertambah.

"Organisasi bisa berjalan baik kalau anggota bertumbuh. Kalau jumlah anggota sedikit akan susah menjalankan organisasi," kata Saut. Pihaknya juga akan membuat kesepakatan menciptakan kode etik yang dipedomani secara umum antar asosiasi. Sehingga asosiasi manapun harus memberlakukan hal yang sama.

Sementara itu usai melantik Saut Pardede dan pengurus lainnya, Ketua Umum DPP ASTTI Dedi Adyaksa berharap ASTTI Sumut ke depan semakin solid, maju dan siap menghadapi tantangan dengan keluarnya regulasi-regulasi baru. "ASTTI Sumut di bawah kepemimpinan Saut Pardede diharapkan bisa bekerjasama dengan asosiasi lain, terutama asosiasi badan usaha, juga dengan pemerintah daerah untuk mendukung program pemerintah dalam pengembangan infrastruktur di daerah. (R15/d)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru