Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 04 Agustus 2026

Dinas Perpustakaan Sumut Gandeng Instansi Hukum Tambah Minat Baca Buku

* Hoax Marak, Buku Harus Rujukan Utama Ilmu Pengetahuan
- Senin, 30 Januari 2017 10:54 WIB
276 view
Medan (SIB) -Minat baca buku di masyarakat dinilai perlu menjadi perhatian bersama. Pasalnya di era digital saat ini, peran teknologi informasi secara tidak langsung menggerus peran keilmuan yang selama ini berasal dari buku.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Sumatera Utara (Sumut) Ferlin H Nainggolan SH mengatakan, saat ini pihaknya memprogramkan kerjasama dengan sejumlah instansi seperti kepolisian dan rumah tahanan serta lainnya. Hal ini dalam upaya meningkatkan minat baca masyarakat.

"Kita sudah meninjau tempat seperti di kantor Polisi dan Rumah Tahanan (Rutan). Bagaimana memungkinkan bisa dibuat perpustakaan di masing-masing kantor seperti itu," ujar Ferlin Nainggolan yang didampingi para Kabid, di ruang kerjanya, Selasa (24/1).

Menurutnya, dengan keberadaan perpustakaan, kegiatan di kantor- kantor tersebut bisa diisi dengan membaca buku. Apalagi saat ini diakui Ferlin, minat membaca buku tidak begitu antusias karena penggunaan media internet yang semakin tinggi, sehingga banyak yang mengabaikan keberadaan buku sebagai sumber bacaan.

"Harus diakui jika saat ini penggunaan internet sangat tinggi. Tetapi sumber bacaan utama tetap buku. Referensinya tetap buku, sebab catatan yang ada di internet juga kan dari buku," katanya.

Selain itu, kata dia, maraknya berita dan informasi yang tidak benar atau Hoax di internet menunjukkan bahwa buku sebagai referensi masih harus dijadikan rujukan utama, terutama soal ilmu pengetahuan. Buku itu sendiri, memberikan tanggung jawab kepada si penulis, termasuk kebenarannya.

"Jika penggunaan buku berkurang, maka bukan tidak mungkin lima tahun ke depan, orang akan mulai sedikit sekali yang menulis, karena sudah dimanjakan dengan kemudahan. Ini yang harus diantisipasi," sebutnya yang menilai penggunaan internet melalui gadget punya pengaruh negatif seperti faktor radiasi yang merusak kesehatan.

Disampaikannya, bahwa di negara maju seperti Jepang dan Eropa, juga masih menjadikan buku sebagai literasi utama. Bahkan di Jogja, perpustakaan menjadi satu tempat untuk rekreasi bagi para akademisi. Sehingga tidak salah jika yang seperti itu dicontoh Sumut. Apalagi pemerintah pusat menggalakkan Gerakan Indonesia Membaca. Sementara untuk program tersebut, kata dia, pihaknya telah melaksanakan kerjasama dengan Polsek Deli Tua untuk mengisi koleksi buku bacaan dengan jumlah sekitar 400-an eksemplar. Sedangkan untuk fasilitas atau tempat disediakan instansi bersangkutan. "Kita akan sediakan fasilitas seperti komputer, rak, kursi, meja dan buku-bukunya. Untuk tempat mereka yang sediakan," jelasnya.

Ferlin juga menjelaskan bahwa kemajuan suatu bangsa juga dapat dilihat dari minat membaca masyarakatnya. Hanya saja, masih banyak masyarakat yang mengukurnya dengan pembangunan secara fisik. Padahal, membangun karakter sebagaimana digaungkan Gubernur Sumut HT Erry Nuradi untuk dunia pendidikan, harus didukung dengan kecerdasan anak didik yang memiliki minat baca tinggi. (A12/d)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru