Medan (SIB) -Berbicara tentang BPJS Kesehatan, mungkin masih banyak orang yang berpikiran negatif terkait pelayanan yang buruk dan fasilitas yang tidak memadai. Namun pikiran tersebut salah besar, pelayanan dan fasilitas yang diberikan bagus. Bahkan, berobat menggunakan BPJS meringankan beban ekonomi rumah tangga.
Hal itu dikatakan eks pasien operasi implan lutut kaki Dra Roslina Bangun (59) kepada wartawan di Medan, Sabtu (4/11). Pensiunan PNS dari tahun 2012 ini menceritakan dirinya pada bulan April tahun 2016, harus menjalani operasi pasang implan lutut kaki sebelah kiri di RS Royal Prima Medan. Pemasangan implan lutut dikarenakan pengeroposan tulang di usia 57 tahun.
Awal tahun 2016, ibu yang memiliki empat anak ini bersama suami pernah melakukan chek-up tulang ke Malaysia, sekaligus menanyakan biaya operasi. Biaya operasi implan lutut di Malaysia mencapai ratusan juta rupiah, sedangkan biaya operasi di Kota Medan sudah mencapai puluhan juta rupiah.
Setelah melakukan survei, Roslina bersama keluarga memutuskan operasi implan lutut kaki menggunakan BPJS. Memang faktanya semua biaya dicover mulai dari perobatan di klinik, operasi di rumah sakit hingga berobat jalan. "Itulah pengalaman saya menggunakan BPJS. Tak ada kendala, apabila kita mengikuti persyaratan," ujarnya.
Bagi dirinya selama memakai Askes yang saat ini sudah berganti nama menjadi BPJS Kesehatan, untuk berobat sangat membantu ekonomi rumah tangga.
"Memang iya, memakai BPJS untuk berobat membantu ekonomi keluarga. Bayangin saja operasi pemasangan implan lutut dicover alias gratis," ungkapnya.
Dalam kesempatan ini, ia memberi saran agar pegawai BPJS Kesehatan yang bertugas di rumah sakit lebih diperbanyak lagi untuk mengurangi antrean panjang.
"Dan harapan saya agar BPJS ke depan semakin maju dan bekerjasama dengan klinik dan rumah sakit yang lebih modren," tuturnya.
(A17/c)