Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 30 April 2026

Pemuda Merga Silima Minta Kapoldasu Tambah Aparat Tangani Peredaran Gelap Narkoba

- Sabtu, 08 September 2018 11:08 WIB
204 view
Deliserdang (SIB)- Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Pemuda Merga Silima (PMS) Mbelin S Brahmana meminta Kapoldasu menambah aparat yang khusus menangani peredaran gelap Narkoba. Bersamaan dengan itu, ia meminta Badan Narkotika Nasional (BNN) semakin gencar memerangi zat adiktif ilegal. "Dari lubuk hati terdalam, PMS minta pada Kapoldasu untuk merekrut anggota baru yang punya idealisme maksimal dalam memberantas peredaran gelap Narkoba," tegasnya di Deliserdang, Jumat (7/9).

Berpidato dalam penandatanganan kerja sama dan deklarasi Institusi Penerima Wajib Lapor (IPWL) Bukit Doa dengan PMS di Panti Rehabilitasi Bukit Doa, Jalan Tuntungan Golf - Desa Durin Jangak, Deliserdang Mbelin Brahmana mengatakan betapa aparat polisi 'jungkir balik' memberantas peredaran gelap tersebut. "Bila petugas makin banyak, hasilnya makin maksimal. Peredaran gelap Narkoba sudah tingkat sangat berbahaya. Jumlah pengguna terus bertambah. Tidak semuanya karena ingin tapi ada yang karena tidak tahu," tambahnya.

Menurutnya, Kapoldasu  Irjen Pol Agus Andrianto dan Wakapoldasu Brigjen Pol Mardiaz Kusin Dwihananto paham benar kondisi Sumut hingga pihaknya optimistis harapan penambahan personel polisi untuk menangani soal Narkoba, dikabulkan. "Saya juga minta pada pemerintah untuk memberi dukungan yang maksimal pada pusat rehabilitasi ketergantungan Narkoba dalam mengobati warga Indonesia. Saya memuji langkah pengelola IPWL Bukit Doa. Itulah kenapa saya menginstruksikan seluruh keluarga besar PMS di Tanah Air mendukung program pemberantasan peredaran gelap Narkoba," tambahnya.

Pengelola IPWL Bukit Doa Johnny Seragih mengatakan, pihaknya berterima kasih karena semakin banyak pimpinan organisasi dan tokoh masyarakat mengirim pribadi yang kecanduan narkoba untuk direhab. "Saya pastikan, mengantar pecandu Narkoba ke pusat rehabilitasi, bukan aib tapi langkah suci menyelamatkan generasi bangsa," ujarnya didampingi pengelola Tina Grace Nainggolan.

Pria yang tercatat sebagai pekerja sosial nasional di Kementerian Sosial itu memastikan, peserta rehab di IPWL Bukit Doa tak hanya disterilkan dari Narkoba tapi juga disehatkan jiwanya dengan moral agama serta keahlian. "Mantan warga kami bahkan sudah menjadi instruktur dan ahli dalam multimedia, seperti sekarang sedang studi di Universitas Udayana yakni Styfe Ricky Menna Surbakti," tambah Ps Johnny Seragih.

Dalam kegiatan kerja sama dan deklarasi yang diikuti ratusan pengurus organisasi khususnya dari keluarga besar PMS itu hadir juga warga binaan rehabilitasi. Sempat terjadi keharuan karena adanya kesaksian dari pecandu yang sudah steril seperti Duma Silalahi yang harus kehilangan harta dan nyawa kerabatnya. "Tetapi, bila sudah tidak Narkobaan lagi, tinggalkan ditempat steril karena mantan pecandu terlalu gampang kembali," ujarnya didampingi pembina Charles Sihombing. (R10/l)



SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru