Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 19 Juni 2026

Pasien dan Pengunjung Kecewa Berat, Mesin Cuci Darah di RS Adam Malik Seminggu Rusak

- Rabu, 19 September 2018 14:21 WIB
499 view
Medan (SIB)- Mesin Hemodialisis (HD) di ruangan ICU Gedung Paviliun Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) H Adam Malik sudah seminggu rusak. Ironisnya,  kabar yang beredar ada seorang pasien yang meninggal karena diduga jadwal cuci darahnya tertunda.

Senin (17/9) sore, mesin HD sudah diperbaiki dan dapat digunakan. Namun malam hari setelah tiga jam digunakan untuk cuci darah pasien, mesin tersebut kembali rusak. Hal tersebut membuat sejumlah keluarga pasien gagal ginjal kecewa dengan buruknya pelayanan di rumah sakit milik Kementerian Kesehatan itu.

"DD" salah satu keluarga pasien di ruang ICU yang gagal cuci darah, mengaku ibunya harus melakukan cuci darah sejak seminggu lalu (sudah tiga kali cuci darah tertunda). Namun, baru sekali dilakukan, mesin rusak kembali. "Ibu saya harusnya cuci darah selama lima jam, tapi hanya dapat dilakukan selama tiga jam saja. Padahal sudah ditunda tiga putaran," kata DD kepada wartawan di Gedung Paviliun RSUP H Adam Malik, Selasa (18/9).

Saat ditanya solusinya, perawat di ICU mengaku belum bisa memberi keputusan lantaran kondisi ibunya juga tidak memungkinkan bila dibawa turun ke ruang unit HD. "Ibu kami harusnya cuci darah seminggu lalu. Ibu kami mau dibawa ke ruang unit HD sudah tak bisa karena pakai oksigen ventilator. Semalam sempat lega karena sudah diperbaiki, sekarang rusak lagi," ujarnya

Hal senada disampaikan pengunjung rumah sakit berinisial PD. "Perbaikan mesin HD di ICU  sangat lama. Sudah diperbaiki, eh, rusak lagi. Mamak kami untuk HD yang perdana aman, karena masih bisa didorong ke unit HD. Tapi sekarang nasibnya juga sama dengan yang lain karena sudah pakai ventilator. Mau dibawa ke bawah lagi, sudah tak memungkinkan katanya. Ibu kami HD kedua kata dokter harusnya hari Sabtu. Ini sudah telat berapa hari. Lebih sedih dan kasihan kita lihat yang sudah ditunda hampir seminggu lamanya," ujarnya.

AH, keluarga pasien lainnya di ICU juga menambahkan, sebelumnya ada pasien HD dari Raya juga sempat tertunda cuci darah dan akhirnya meninggal. 

"Kemarin sempat keluarganya ribut juga di ICU karena cuci darah ditunda. Keluarga menduga, pasien drop karena cuci darahnya itu ditunda," ujarnya.

PD menambahkan, ia berharap kepada pihak RS Adam Malik untuk sigap dalam menyikapi berbagai persoalan medis apalagi menyangkut soal fasilitas penting untuk tindakan ke pasien. "Saya harap hal seperti ini tidak terjadi lagi, agar tidak ada korban," katanya.

Menanggapi hal ini, Direktur RSUP H Adam Malik dr Bambang Prabowo MKes mengaku belum menerima laporan mesin HD rusak. "Kalau sudah ada laporan pasti saya tindaklanjuti karena jumlah mesin HD lebih dari 50 unit," tegasnya.

Ia mengaku mesin rusak itu segera diperbaiki kembali. Tidak bisa diperbaiki diganti oleh vendor, karena mesin cuci darah ditangani atau kerjasama operasi (KSO) dengan pihak ketiga. "Saya ucapkan terimakasih diberi informasi. Tapi kenapa ada alat rusak yang tau wartawan dulu, bukan ke manajemen," ketusnya. (A17/c)

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru