Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 13 Oktober 2026

Kontingen Pesparani Sumut Suguhkan Lagu Sigulempong dan Tor-tor ?Goyang? di Pesparani Ambon

- Selasa, 30 Oktober 2018 17:54 WIB
763 view
Kontingen Pesparani Sumut Suguhkan Lagu Sigulempong dan Tor-tor ?Goyang? di Pesparani Ambon
SIB/Dok
SUGUHKAN: Kontingen Pesparani Sumut suguhkan lagu Sigulempong dan Tor-tor kepada seluruh peserta Pesparani Nasional di Ambon, Maluku, Minggu (28/10).
Medan (SIB)- Suguhan penampilan seni dan budaya, kontingen Pesta Paduan Suara Gereja (Pesparani) Sumut berhasil memukau para penonton. Meski penampilan ini tidak diperlombakan dalam Pesparani, namun mereka memerankannya begitu maksimal di Lapangan Tantui Polda Ambon, Minggu (28/10).

"Pastor Redemtus Simamora memimpin kontingen Sumut untuk memperkenalkan kebudayaan Sumut berupa keindahan Danau Toba serta budaya dan tari tor-tor kepada seluruh peserta Pesparani Nasional," ujar Ketua Umum Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesta Paduan Suara Gerejani Katolik Daerah (LP3KD) Sumut Drs Hendrik Halomoan Sitompul MM via selularnya kepada SIB, Senin (29/10).

Ketika menyaksikan lantunan lagu 'Persaudaraan Sejati' ciptaan Pastor Redemtus dan lagu 'One Day at a Time' oleh Solis Joseline Harefa, masyarakat yang menyaksikan menjadi terpukau.

Lagu "Sigulempong" serta tor-tor yang menjadi senjata bagi kontingen Sumut untuk menggoyang masyarakat yang hadir, bahkan ikut bernyanyi serta menortor bersama-sama. Ulos yang merupakan selendang tenunan Batak dibagikan puluhan penari kepada masyarakat yang beruntung mendapatkannya. Sekitar 150 ulos yang dibagikan itu pun menjadi kegembiraan yang akan selalu diingat.

Suasana semakin meriah ketika kontingen Sumut mengikutsertakan alat musik tradisional Batak dan Boneka Sigale-gale dalam penampilannya. Kata "Horas" dan "Mejuah-juah" juga diserukan dalam penampilan tersebut.

Sebelumnya, Drs Hendrik Halomoan Sitompul MM mengutarakan bahwa kontingen Sumut siap memeriahkan acara Pesparani di Ambon. Hendrik optimis Kontingen Pesparani Sumut dapat menunjukkan penampilan terbaik dalam ajang yang baru pertama kali digelar di Indonesia ini.

Dia berharap Pesparani tidak hanya menjadi festival. Tapi harus dijadikan sebagai media lomba lagu-lagu rohani Kristiani dan dijadikan kegiatan yang melibatkan gereja-gereja guna melakukan pelayanan seni budaya bernafaskan keagamaan Katolik.

Pesparani Nasional ini dilaksanakan di Ambon, Maluku mulai (27/10) sampai  (2/11) yang diikuti sekira 8 ribu peserta dan beberapa undangan dari 34 provinsi di Indonesia. (A13/h)


SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru