Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Jumat, 24 April 2026

Plt Wali Kota Medan Pimpin Pengorekan Danau Martubung

Redaksi - Rabu, 22 Januari 2020 11:47 WIB
305 view
Plt Wali Kota Medan Pimpin Pengorekan Danau Martubung
Foto: SIB/Dok
Pimpin Pengorekan : Plt Wali Kota Medan Ir Akhyar Nasution MSi memimpin proses pengorekan Danau Martubung di Perumahan Griya Martubung Jalan Tangguk Raya, Kelurahan Besar, Kecamatan Medan Labuhan dimulai, Senin (20/1).
Medan (SIB)
Plt Wali Kota Medan Ir Akhyar Nasution MSi memimpin pengorekan Danau Martubung di Perumahan Griya Martubung Jalan Tangguk Raya, Kelurahan Besar, Kecamatan Medan Labuhan, Senin (20/1). Selain mengembalikan fungsinya sebagai kawasan resapan air (Hydrologis), pengorekan itu juga sebagai upaya untuk menjadikan danau buatan ini sebagai kawasan wisata.

Diketahui, guna mendukung kelancaran pengorekan, Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Medan menurunkan satu unit alat berat long AMP dan ampibhi excavator milik Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP).

Danau Martubung diketahui luasnya 10 Ha, dan 8 Ha di antaranya hampir dipenuhi enceng gondok dan sampah. Danau merupakan fasilitas bagi warga Perumahan Griya Martubung.

Di tahun 2018, PT Perumnas selaku pemilik Perumahan Griya Martubung telah menyerahkan pengelolaannya kepada Pemko Medan, sehingga Pemko Medan melakukan revitalisasi untuk menjadikannya sebagai daerah resapan air dan kawasan wisata.

Didampingi Kadis DKP HM Husni, Plt Kadis PU Zulfansyah, Kadis Perumahan Kawasan Permukiman dan Penataan Ruang (DKP dan PR) Benny Iskandar, Camat Medan Labuhan Rudi Asriandi, Akhyar menginstruksikan agar kedua alat berat yang dilibatkan untuk melakukan pengorekan, sekaligus membersihkan enceng gondok yang sudah bertahun-tahun menutupi permukaan danau.

Menurut Akhyar, pengorekan itu menindaklanjuti janji Pemko Medan yang akan merevitalisasi kawasan Danau Martubung pasca diserahkan PT Perumnas.

"Tujuan utama pengorekan ini untuk mengembalikan fungsi hydrologis Danau Martubung, sehingga dapat menampung sekitar 80.000 meter kubik air. Selain itu, untuk menjadikan kawasan ini sebagai tempat wisata sehingga memberikan manfaat bagi warga sekitar," katanya.

Dipredikasi, pengorekan akan memakan waktu sekitar 2 bulan. Nantinya, enceng gondok yang dibersihkan dari permukaan danau akan dikelola menjadi kompos. Sebab, salah seorang warga yang bermarga Rambe yang bermukim di dekat danau memiliki alat untuk mengolah enceng gondok menjadi kompos.

"Bila kawasan ini bersih dan indah, akan banyak pengunjung yang datang dan menyebabkan pertumbuhan ekonomi di kawasan ini. Diharapkan, kawasan ini menjadi tempat pertumbuhan ekonomi baru di Kecamatan Medan Labuhan, umumnya kawasan Medan bagian utara," paparnya. (M15/d)

SHARE:
komentar
beritaTerbaru