Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 23 Februari 2026

BRSKPN "Insyaf" Medan Gelar Terapi Psikososial Korban Penyalahgunaan Napza

Redaksi - Kamis, 13 Februari 2020 21:18 WIB
252 view
BRSKPN "Insyaf" Medan Gelar Terapi Psikososial Korban Penyalahgunaan Napza
Foto: SIB/Dok
PROBE: Para penerima pelayanan BRSKPN "Insyaf" Medan mengikuti salah satu rangkaian kegiatan probe yang dilaksanakan di Pantai Cermin Sergai, Selasa (11/2). 
Medan (SIB)
Balai Rehabilitasi Sosial Korban Penyalahgunaan Napza (BRSKPN) "Insyaf" di Medan melaksanakan kegiatan probe bagi penerima manfaat. Kegiatan yang dibuka, Selasa (11/2), dilaksanakan selama 2 hari di Them Park Pantai Cermin Serdangbedagai (Sergai) pada 11 hingga 12 Pebruari.

Probe diikuti 90 orang penerima pelayanan yang berada di asrama primary 1 sebanyak 76 orang, asrama female 9 orang dan asrama program re-entry 6 orang. Mereka mengikuti rangkaian kegiatan probe seperti terapi psikososial, terapi fisik, konseling secara berkelompok (statik group) sharing group renungan malam dan hiburan.

Kegiatan probe dibuka Kasie Layanan Rehabilitasi Sosial Kementerian Sosial Ninik Khotijah yang dalam sambutannya berpesan agar selalu menjaga kondusifitas dalam kegiatan. "Jangan ada yang mempunyai rencana macam-macam, lepaskan beban masalah yang selama ini kalian pendam, kita di sini untuk menjalankan terapi pemulihan. Mohon kerjasamanya, semuanya harus menikmati acara ini," ungkapnya.

Dikatakan, Kementerian Sosial hadir untuk meningkatkan kualitas pelayanan melalui Progres 5.0 NF dengan sistem program yang holistik, sistematis dan terstandar, sehingga penerima pelayanan mampu mengembangkan keberfungsian sosial serta mempunyai tanggung jawab sosial kepada keluarga dan masyarakat.

Sementara itu Pekerja Sosial BRSKPN "Insyaf" Medan Lerry Harsen mengungkapkan, kegiatan probe merupakan proses penyelidikan, pemeriksaan permasalahan yang lebih mendalam atas permasalahan yang dialami oleh penerima pelayanan. Kegiatan probe berada di luar asrama dengan tujuan mendapatkan momentum jauh dari kebisingan, menyatu dengan alam dan soberity (penyadaran).

Lerry menambahkan, rangkaian kegiatan yang dilaksanakan yaitu memberikan edukasi tentang personal issuè dalam adiksi (drugs story, sex story, relationship story, crime story dan sebagainya) dan meditasi/renungan.

Probe merupakan kegiatan yang mendukung dalam proses rehabilitasi sosial yang bertujuan menemukan solusi yang tepat bagi penerima manfaat sehingga meningkatnya kepercayaan diri dan termotivasi untuk merubah perilaku sebagai penyalahgunaan Napza. (R7/q)

SHARE:
komentar
beritaTerbaru