Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 29 April 2026

Meski Berdampak Corona, Ekonomi Sumut Diprediksi Masih Tumbuh Cukup Kuat di Triwulan-I 2020

Redaksi - Jumat, 06 Maret 2020 21:47 WIB
144 view
Meski Berdampak Corona, Ekonomi Sumut Diprediksi Masih Tumbuh Cukup Kuat di Triwulan-I 2020
sumut24.co
Ilustrasi
Medan (SIB)
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara, Wiwiek Sisto Widayat menyebutkan, meski pun berdampak pada virus corona, namun perekonomian Sumut di triwulan I 2020 diprediksi masih tumbuh cukup kuat meskipun melambat sesuai pola historisnya.

“Perlambatan tersebut disinyalir dipengaruhi belum optimalnya investasi baik dari pemerintah dan swasta di awal tahun yang juga tercermin oleh deselerasi lapangan usaha (LU) konstruksi,” ujar Wiwiek.

Ia mengatakan hal itu dalam keterangan kepada wartawan di kantornya Gedung BI Jalan Balai Kota Medan, Kamis (5/3). Katanya, perlambatan ekonomi ditengarai bersumber dari LU Pertanian akibat pergeseran pola tanam dan faktor cuaca serta merebaknya virus Corona yang juga turut menahan kinerja ekonomi triwulan I 2020.

Disebutnya, Tiongkok merupakan tujuan ekspor utama Sumut dengan pangsa 14% dan impor dengan pangsa 29%. Di sisi lain, sumbangan Tiongkok terhadap pariwisata Sumut relatif terbatas atau hanya memiliki pangsa 3,43% (sekitar 9.000 orang) dari total wisman yang datang ke Sumut selama tahun 2019.

“Namun sejak munculnya virus corona, sejak awal Januari 2020 jumlah turis dari Tiongkok nihil,” tegas Wiwiek, sambil menyebutkan, selain negara Tirai Bambu juga Singapura dan Malaysia.

Menurutnya, anjloknya turis Tiongkok diketahuinya saat dia melakukan survei terutama di Bandara Silangit tercatat, tidak ada lagi turis dari Tiongkok yang biasanya melalui bandara ini langsung melanjutkan kunjungannya ke Danau Toba.

Dia menyebutkan, untuk sumbangan devisa dari Wisman Tiongkok pada 2019 mencapai 11,68 juta dolar AS. Meskipun begitu, katanya, mengawali tahun 2020, neraca perdagangan Sumut tercatat surplus 0,25 miliar dolar AS misalnya komoditi minyak nabati, asam belemak dan bahan kimia, terkontraksi 14% (yoy) dari periode yang sama tahun sebelumnya. “Tiongkok banyak impor ketimbang impor,” ungkapnya.

"Penurunan ekspor terutama untuk komoditas lemak dan minyak nabati ditengarai untuk memenuhi permintaan domestik yaitu implementasi B30. Di sisi lain, impor menurun terutama untuk komponen bijih logam dan sisa logam," pungkasnya.

Wiwiek memprediksi permasalahan virus corona dapat ditanggulangi secara penuh hingga akhir triwulan II 2020. Terlebih dengan melihat perkembangan saat ini, dimana tingkat kesembuhan orang yang terjangkit virus corona semakin tinggi.

Disebutnya, adanya pernyataan dari beberapa pemerintah di sejumlah negara yang telah menemukan antibodi untuk menangani virus corona ini. Harapan banyak negara, permasalahan virus corona ini segera berakhir sehingga perekonomian dunia membaik yang otomatis berdampak pada perekonomian Indonesia termasuk Sumut," ujarnya. (M2/q)
SHARE:
komentar
beritaTerbaru