Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 02 April 2026

40 Tahun Gunakan Jasa Penyeberangan Sampan Getek

* Warga Dambakan Jembatan Desa Pertumbukan-Bukitmelintang
Redaksi - Jumat, 07 Agustus 2020 13:28 WIB
1.209 view
40 Tahun Gunakan Jasa Penyeberangan Sampan Getek
Foto SIB/ Sukardi Bakara
GETEK PENYEBERANGAN : Warga Desa Pertumbukan Kecamatan Wampu, Langkat yang puluhan tahun mengandalkan jasa penyeberangan sampan getek, mendambakan pembangunan jembatan menghubungkan Desa Buk
Langkat (SIB)
Sejumlah warga Desa Pertumbukan Kecamatan Wampu Kabupaten Langkat yang selama puluhan tahun mengandalkan jasa penyeberangan sampan getek mendambakan pembangunan jembatan di Desa Pertumbukan yang menghubungkannya dengan Desa Bukitmelintang.

“Kami mendambakan pembangunan jembatan Pertumbukan â€"Bukitmelintang ini sebagai jalur transportasi dan hasil pertanian serta jalur alternatif menuju ibu kota Langkat yakni Kota Stabat”, sebut Aimah warga Desa Pertumbukan Kecamatan Wampu Langkat , Kamis (6/8).

Keinginan pembangunan jembatan itu selain mengikis kesan keterisoliran antar desa karena dipisahkan aliran sungai Wampu, juga karena sudah empat puluh tahun lebih warga menggunakan sampan getek penyeberangan sebagai jalur transportasi.

“Jangan sampai ada jatuh korban seperti yang pernah terjadi di getek penyeberangan Bandarpulo Desa Selayang Kecamatan Selesai. Saat itu mobil terbalik ke sungai dan memakan korban jiwa”, kata Aimah.
Kades Pertumbukan Kecamatan Wampu Langkat, Hasan Basri yang ditemui terpisah baru baru ini mengakui, warga Desa Pertumbukan Kecamatan Wampu selama ini sangat menginginkan pembangunan jembatan menghubungkan Desa Pertumbukan â€" Bukitmelintang.

Sejumlah desa lainnya seperti Desa Kebun Balok, Basilam BL, Desa Bingai ,Desa Bukitmelintang dan lainnya setiap hari menggunakan jasa penyeberangan sampan getek. Bila jembatan tersebut terealisasi akan membawa perubahan menuju peningkatkan perekonomian warga.

"Setiap Musrenbang Kecamatan sejak 2012 lalu, Desa Pertumbukan selalu mengusulkan pembangunan jembatan tersebut .Tapi sampai saat ini belum terealisasi" ungkap Hasan Basri.

Sementara itu, Camat Wampu Syamsul Adha yang dikonfirmasi terpisah melalui telepon selularnya, Kamis (6/8) membenarkan adanya usulan pembangunan jembatan Pertumbukan â€"Bukitmelintang.

“Ya, pembangunan jembatan itu belum terealisasi karena membutuhksan anggaran yang cukup besar. Karenanya warga diminta bersabar. Bila anggaran memadai mudah mudahan akan diupayakan pembangunannya “, sebutnya.

Sedangkan Anggota DPRD Kabupaten Langkat M Bahri mengaku telah mendengar usulan pembangunan jembatan Pertumbukan-Bukitmelintang tersebut. Namun karena membutuhkan anggaran besar, sehingga sedikit mengalami kendala.

Namun demikian sebut Ketua Fraksi Bintang Persatuan Indonesia (BPI) DPRD Langkat itu, pihaknya tetap mengupayakan aspirasi warga, termasuk meminta anggaran dari Dana Alokasi Khusus (DAK ) Pusat , sehingga tidak akan menganggu anggaran daerah .
“Kita berupaya adanya alokasi dari DAK Pusat dan mudah mudahan setelah Covid- 19 berakhir ada pengalokasian anggaran untuk pembangunan jembatan di Langkat tersebut nantinya ”,sebut Bahri. (M-24/c).

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru